POJOKSATU.id - Mahasiswa Angkatan 2020 Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia (FPSD UPI) Bandung, menggelar dua pameran penting sekaligus.
Bertempat di di Gedung Center of Excellence (COE) UPI, Jl. Dr. Setiadbudhi No 229 Bandung, mahasiswa FPSD UPI Bandung yang tergabung dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) itu menghadirkan pameran bertajuk PLURAL SPACE yang berlangsung pada 13-15 Januari 2024.
Pameran lain mahasiswa FPSD UPI Bandung adalah DIMENSION BLAST yang digelar di Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) Jl. Dr. Setiabudhi No 235 B Bandung pada 12 Januari - 16 Februari 2024.
Kedua kegiatan pameran mahasiswa FPSD UPI Bandung tersebut dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa FPSD UPI Bandung, Warli Haryana.
Pameran mahasiswa FPSD UPI Bandung bertajuk PLURAL SPACE secara mengejutkan sukses menyajikan pameran arsip MBKM yang merupakan hasil kerja mereka dari berbagai jenis institusi maupun perusahaan berlisensi yang menjadikan mahasiswa mampu mengembangkan bakatnya.
Karya arsip mahasiswa FPSD UPI Bandung yang dihasilkan itu diantaranya Animasi, Design IU/UX, Design Social Media, Fashion Design, Creative Designer hingga Seni Rupa Tekstil.
Dihadirkan juga hasil pendataan Cagar Budaya, pendataan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), pendataan Museum, manajemen seni Galeri, dan masih banyak lagi.
"Pameran ini merupakan presentasi dari bagaimana program MBKM bukan hanya tentang meraih prestasi akademis saja, tetapi juga memberikan jalan menuju keberhasilan pribadi mahasiswa dan bersiap menghadapi dunia kerja profesional," ungkap Warli Haryana.
Warli juga menegaskan, hal ini memungkinkan menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, mengejar minat pribadi, dan mendapatkan warisan berharga yang dapat diabadikan dalam arsip pendidikan.
Ketua Prodi Seni Rupa FPSD UPI Bandung itu juga menegaskan Program MBKM menjadi bukti nyata sebagai wadah untuk pengembangan diri para mahasiswa yang siap guna dan mampu dalam kemandirian.
Baca Juga: Kunjungi DPRD Jabar, Mahasiwa UPI Pelajari Dunia Parlemen hingga Pendidikan
Para peserta pameran PLURAL SPACE diantaraya; Raihan AA, Yasmin, Aldi, Fahrisal, Adrifa, Ali, Anindya, Anisa, Arlinda, Daeliana, Devina, Dina, Dini, Diva, Inayah, Kevin, Mallika, M Sandy, M Yuda, Nada, Naisya, Novita, Ramli, Rifki, Rheina, Sahrul, Santi, Sahlaa, dan Yasmin mampu membuktikan hasil pembelajarannya di dunia industri.
"Kami atas nama Program Studi Pendidikan Seni Rupa FPSD UPI tentu merasa bangga dengan prestasi yang diraih para mahasiswa Seni Rupa FPSD UPI," ungkap Warli.
Ia juga memaparkan mahasiswa FPSD UPI Bandung mampu menampilkan dokumentasi visual, tulisan, dan karya seni yang merekam momen penting dan pencapaian dalam perjalanan program yang telah mereka tempuh.
"Pameran ini merupakan langkah yang sangat bagus bagi para mahasiswa setelah selama 1 semester mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari Mitra DUDI MBKM yaitu magang di dunia industri," lanutnya.
Mitra DUDI MBKM yang dimaksud diantaranya perusahaan yang terkemuka di tingkat nasional seperti PT. Digital Inisiatif, Kompas Gramedia: Growth Center dan Surya Citra Media (Indosiar dan Mentari TV).
Selain itu beberapa mahasiswa ada yang mengikuti kegiatan MBKM di luar Kampus Prodi Seni Rupa FPSD UPI yang ada di dalam negeri dan luar negeri seperti Universitas Negeri Makassar dan University of York, Inggris.
Sementara DIMENSION BLAST EXHIBITION merupakan pameran karya MBKM Proyek Mandiri yang menampilkan karya mahasiswa FPSD UPI Bandung yaitu Irwan Fajari dan Bayu Ardiansyah.
Menghadirkan karya seni grafis dan instalasi komik, pameran itu dibimbing oleh para dosen diantaranya Ardiyanto, Harry Sulastianto, Andi Suryadi dan Galih Jatu Kurnia.
"Beberapa dosen pembimbing lainnya turut memberikan motivasi serta arahan kepada para mahasiswa kami," jelas Warli.
DIMENSION BLAST EXHIBITION merupakan sebuah kolaborasi seni dan realitas kuantum yang menjadikan eksplorasi yang memikat, dimana seni dan ilmu pengetahuan bersatu dalam harmoni abstrak.
Bagi Warli, kedua pameran itu tidak hanya menampilkan karya pameran yang menggambarkan hasil kerja saja, tetapi juga sebagai evaluasi yang baik bagi Program Studi dalam menata kurikulum agar semakin baik.
"Sekarang sudah dicanangkan adanya kurikulum 2023 untuk semester ganjil TA 2024/2025, dan tentu bagi mahasiswa Seni Rupa FPSD UPI peserta Kampus Merdeka," jelas dosen yang hobi bermain tenis meja itu.
Ia berharap dua pameran itu dijadikan sumber pembelajaran bagi adik-adik angkatannya, agar termotivasi dan terinspirasi untuk mengikuti jejak para seniornya yang telah mampu mempublikasikan proses dari hasil MBKM.
"Dua pameran yang menjadi bagian dari semangat Merdeka Belajar ini, penting didukung semua pihak bahkan bisa menjadi acuan keberhasilan dalam mendukung langkah Kampus UPI menjadi lebih berkuaitas dan mampu mencapai performa Indikator Kinerja Utama (IKU)," beber seniman yang berasal dari keluarga pelukis wayang kulit di Solo ini.
Melalui dua pameran tersebut, Kampus UPI Bandung berhasil menggambarkan performa IKU 1 yaitu mampu memiliki lulusan yang siap guna dengan banyaknya alumni yang terserap di dunia industri serta berhasil mendapat pekerjaan yang layak, atau mungkin menekuni wirausaha dan melanjutkan studi.
Sedangkan dalam performa IKU 2, mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus.
Baca Juga: Pameran Seni Rupa Aku Akan Memilih di Kota Bogor, Ruang Seni di Tengah Pesta Demokrasi
Pengalaman di luar kampus itu meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha, dan juga lewat kegiatan mengajar.
Melalui IKU ini diharapkan kampus UPI Bandung semakin leluasa memberikan bekal dan fasilitas lebih kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri.
"Tidak hanya pasif di kelas, namun melakukan kegiatan pembelajaran dengan model variatif, dan mampu memberi bekal keterampilan yang mumpuni," ujar dosen yang pernah menjadi wakil Indonesia dalam webinar antar bangsa Majlis Pelancaran Generasi 21 & Bual Bicara II tahun 2021 itu.
Program MBKM yang meliputi Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), MBKM Magang Mandiri Prodi, Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) ini diharapkan bukan hanya sekadar aktivitas tambahan.
Program-program tersebut merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelami dunia profesional dan mendapatkan pengalaman.
Baca Juga: Mahasiswa KIP Kuliah Ada Peluang Besar Ikut IISMA Tahun 2024, Cek Jalur Seleksi Ini
Sebagai contoh dalam program magang mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru dalam hal kreativitas dan inovasi serta mengeksplorasi berbagai bidang dari berbagai macam hal yang dibutuhkan di dunia industri.
Sehingga para mahasiswa memperoleh ilmu dan memiliki pandangan terhadap dunia kerja dan meningkatkan keterampilan praktis mereka.
Pada program Studi Independen misalnya mahasiswa mampu menyuguhkan proyek-proyek penelitian, penciptaan seni, dan inovasi yang dihasilkan pada saat perjalanan studi independen mereka.
Sementara terkait Program Pertukaran Pelajar IISMA atau PMM merupakan inisiatif yang memungkinkan mahasiswa untuk menjalani pengalaman belajar di institusi pendidikan lain.
"IISMA merupakan program belajar di kampus luar negeri selama 1 semester dan dibiayai oleh negara.
Tahun ini lulusan Prodi Seni Rupa FPSD UPI ada yang diterima program magister S2 di University of Dundee, program Magister Desain bidang Comics dan Graphic Novels," ujar dosen yang juga pelukis ini.
Melalui pertukaran ini, mereka dapat mengeksplorasi budaya baru, meningkatkan keterampilan akademis, dan memperluas jaringan sosial akademisnya.
"Kita semua mengetahui dengan mengacu pada program ini, bagaimana terjadinya transfer ilmu, pengalaman serta bagaimana terjadinya perjalanan pendidikan lintas budaya tersebut berlangsung," pungkas Warli Haryana.***




