POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Tokoh masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumut, Irwan Daulay meminta Bupati Madina Jakfar Suhairi Nasution mencopot Kadis Pendidikan Dolar Siregar.
Irwan Daulay juga meminta Kadis Pendidikan Madina Dolar Siregar memulangkan seluruh uang yang diterima atau dikutip dari guru honorer atau calon guru PPPK 2023.
Mantan aktivis mahasiswa Madina ini juga meminta Bupati Madina melaksanakan rekomendasi DPRD Madina dan menunaikan tuntutan guru-guru honorer di Mandailing Natal.
Irwan juga mendesak Bupati Jakfar Suhairi Nasution segera menyurati menteri terkait soal kisruh PPPK guru 2023 di Mandailing Natal ini.
Baca Juga: 10 Peraih Suara Terbanyak Simulasi Pemilu 2024 di Dapil 5 DPRD Kabupaten Purwakarta
Irwan Daulay mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Madina yang viral di media sosial pada Sabtu pagi (30/12).
Berikut isi surat terbuka yang disampaikan Irwan Daulay kepada Bupati Madina tersebut.
“Dengan Hormat. Sehubungan kisruh seleksi guru PPPK akibat penyelanggaraan ujian tambahan SKTT yang sangat merugikan guru-guru yang memperoleh hasil ujian CAT tinggi.
Seperti kita ketahui guru-guru yang dirugikan telah melakukan gelombang protes menuntut pembatalan SKTT dengan meminta Bapak Bupati menyurati menteri terkait.
Baca Juga: Simulasi Pemilu 2024: Nama 10 Caleg DPRD Peraih Suara Terbanyak di Dapil 5 Kabupaten Purwakarta
Karena diduga penyelenggaraan ujian tersebut tidak dilaksanakan dengan obyektif sementara maksud dan tujuan ujian SKTT adalah mengapresiasi 10 Kompetensi Profesi guru terutama bagi guru berprestasi (affirmatif action), sehingga nilai mereka semakin baik dan menambah peluang kelulusan semakin besar.
Gelombang protes para guru yang merasa terzolimi oleh ujian SKTT telah ditanggapi DPRD Madina dengan 3 rekomendasi yaitu meminta Bupati menyurati menteri membatalkan ujian SKTT, mendiskualifikasi calon guru P3K yang terbukti melakukan mal administrasi dan meminta Bupati memberhentikan Kadis Pendidikan dan Kaban KPSDM Madina atas dugaan ketidakobyektifan menilai 10 kompetensi guru.
Berdasarkan informasi, akibat penzoliman guru ini telah menimbulkan empati publik yang luas sehingga menuai keprihatinan di seantero Madina dan mengadukan persoalan ini ke aparat penegak hukum baik ke KPK maupun ke Poldasu.
Baca Juga: Pengamanan Polresta Cirebon pada Masa Libur Natal dan Malam Pergantian Tahun
Hal ini harus segera dituntaskan sebelum segalanya terlambat dan menimbulkan korban-korban baru yang sama-sama tidak kita harapkan.
Sebagai mitra Pemkab Madina selama ini sebenarnya dari awal kami sudah melaporkan dan mengingatkan bapak Bupati agar praktik mencederai guru-guru ini dihentikan.
Termasuk meminta bapak Bupati menegur Kadis Pendidikan untuk menghentikan dugaan praktik suap dari guru-guru untuk diluluskan yang datanya kami sampaikan kepada Bapak untuk menghindari prasangka dan informasi yang tidak benar.
Oleh karena itu sebagai solusi dari ke kisruhan ini diharapkan bapak Bupati melaksanakan tuntutan guru yang secara resmi sudah direkomendasikan oleh RDP DPRD Madina.
Dengan segera menyurati Menteri terkait, memerintahkan oknum Kadisdik memulangkan seluruh uang yang diterima dari calon guru PPPK, dan mencopot yang bersangkutan untuk menyelamatkan wajah Pemkab Madina yang saat ini sangat buruk di mata publik.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggungjawab kami terhadap nasib guru dan nama baik bapak Bupati sebagai pemimpin satu kabupaten ini.”
Demikian isi surat terbuka yang disampaikan tokoh masyarakat Madina Irwan Daulay kepada Bupati Madina Jakfar Suhairi Nasution. Surat terbuka ini beredar Sabtu 30 Desember 2023.***




