POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Bila melihat aplikasi hijau, kota Purwakarta dikelilingi oleh para penjaja kenikmatan sesaat tentunya berbahaya karena dikhawatirkan akan terjadi ledakan penyakit kelamin.

Para penjaja kenikmatan saat ini, tidak lagi menjajakan diri secara konvensional melainkan mengikuti arus jaman dengan menggunakan aplikasi.

Bila dulu pada malam hari para penjaja dan pembeli saling tawar menawar di pinggir jalan, atau bahkan di warung-warung yang cahayanya kurang terang hingga terjadi transaksi.

Baca Juga: Habiburokhman Tepis Dugaan Teror ke Ketua BEM UGM dari Pendukung Prabowo Subianto

Tapi sekarang,dengan jaman yang serba teknologi para penjaja kenikmatan sudah jarang di pinggir-pinggir jalan, mereka beralih ke ruang-ruang yang mudah digenggam ( handphone ) dalam bertransaksi.

Aplikasi yang digunakan yang sudah booming sejak lima tahun lalu yaitu aplikasi hijau, padahal awalnya aplikasi itu digunakan untuk saling kenal dan saling bertukar informasi.

Namun seiring waktu, aplikasi hijau kini secara umum menjadi aplikasi berkencan untuk penjaja kenikmatan sesaat untuk bertransaksi.

Baca Juga: Prediksi Skor Atalanta vs Napoli, Duel Krusial Empat Besar

Yang lebih parahnya lagi, bila dulu saat masih konvensional transaksina malam hingga subuh, tapi kini dengan adanya aplikasi hijau para penjaja kenikamatan bisa menawarkan service hingga 24 jam.

Dari wilayah Cimaung hingga seputaran sadang, seridaknya ada beberapa titik para penjaja kenikmatan yang berdiam di kos kosan bahkan hingga di hotel.

Kemudian disepanjang jalan veteran beberapa lokasi juga terpantau para penjaja kenikmatan di aplikasi hijau.

Baca Juga: Ketua BEM UGM Tiyo Merasa Dibunuh Karakternya di Medsos Usai Kritik MBG Program Prabowo

Bahkan hingga pusat kota tidak jauh berbeda, begitu pula di wilayah sindangkasih hingga ke nagri kidul beberapa penjaja kenikmatan terlihat di aplikasi hijau.

Bila melihat aplikasi hijau tersebut, sungguh sangat memprihatinkan kondisi saat ini. Dengan mudahnya kapan saja dimana saja bisa bertransaksi untuk kenikmatan sesaat.

Hal ini bukan hanya terjadi di Purwakarta, tapi hampir disemua kota-kota di negeri ini mengalami hal yang sama para penjaja kenikmatan kini sudah menggunakan aplikasi hijau.

Baca Juga: Beasiswa Karya Salemba Empat untuk Mahasiswa S1 Aktif, Dapat Bantuan Biaya Hidup dan Pembinaan Karakter

Mereka ( penjaja kenikmatan ) menjerat pelanggannya dengan memasang foto-foto syur di aplikasi hijau, dengan harapan mendapatkan mangsa para lelanang bejat.

Adapun harga yang ditwarkan bervariasi, namun rata-rata di bawah 500 ribu rupiah per sekali kencan. Penjaja kenikmatan sudah menyiapkan fasilitas tempat.

Namun, harga itu bisa berubah secara drastis bila para lelanang bejat lihay dalam menawar bahkan bisa turun hingga ke 100 ribu per sekali kencan.

Baca Juga: Jenderal Sigit Sebut Polri Tidak akan Tutupi Kasus Anggota Brimob Pukul Anak MTsN Hingga Tewas

Bila hal itu tetap dibiarkan dan semakin merajalela, maka selanjutnya tinggal menunggu ledakan penyakit kelamin akibat maraknya penjaja kenikmatan aplikaai hijau tersebut.

Para penegak Peraturan Daerah ( Perda ) atau Satpol PP tidak bisa lagi menindak secara konvensional, pastinya sulit dalam menindak karena tidak terlihat seperti penjaja kenikmatan dahulu.

Solusinya Satpol PP atapun aparat lainnya mau tidak mau harus juga ikut masuk dalam aplikasi hijau, untuk mentukan target para penjaja kenikmatan dan menindaknya.***

Ditengah situasi yang tidak menetu, pojoksatu.id telah melakukan investigasi mendalam, memantau perkembangan aplikasi hijau penjaja kenikmatan yang kian menjamur.