POJOKSATU.id - Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) garapan Pemerintah Kota Depok sukses menghapus dinding pembatas antara siswa reguler dan prasejahtera melalui akses pendidikan yang inklusif.

Davan Richie Attary, siswa SMP Pelita 2, menjadi saksi nyata bahwa status penerima bantuan tidak menciptakan jarak sosial maupun diskriminasi di dalam ruang kelasnya.

"Tidak ada perbedaan, sama saja. Guru-gurunya asyik semua," tegasnya, Senin 22 Desember 2025.

Baca Juga: BSU untuk 15 Juta Pekerja Ditargetkan Cair 2026, Penyaluran Lewat Bank BRI dan BNI

Selain merasa nyaman menyerap materi pelajaran, Davan menggantungkan harapan besar agar inisiatif mulia ini terus bergulir demi membantu teman-teman lain yang membutuhkan.

"Saya berharap bisa terus bersekolah gratis dari pemerintah," sambungnya penuh harap.

Senada dengan Davan, Sabrinadia Arya Putri juga merasakan ketenangan batin yang luar biasa karena beban biaya pendidikan yang selama ini menghantui keluarganya kini telah sirna.

Baca Juga: BSU Rp600 Ribu untuk 15 Juta Pekerja, Bonus Meriah atau Bom Waktu Utang Negara?

"Senang, jadi yang kurang mampu bisa sekolah seperti yang lain. Yang sebelumnya tidak bisa sekolah jadi bisa," ungkap siswi yang akrab disapa Sabrina tersebut.

Baginya, lingkungan sekolah yang suportif dan penuh toleransi membuat proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan tanpa adanya intimidasi status sosial.

"Nggak ada perbedaan, guru-gurunya baik banget, teman-temannya juga ramah,” tuturnya menceritakan suasana sekolah yang hangat.

Baca Juga: Bupati Bekasi Sudah 2 Kali Minta Maaf ke Masyarakat, Doakan Gubernur Dedi Mulyadi Sehat Selalu

Kebijakan ini tidak sekadar memberikan akses ilmu, tetapi juga berhasil memupuk kembali rasa percaya diri anak-anak Depok untuk menatap masa depan yang lebih cerah.

"Terima kasih Pak Wali Kota sudah membuat program sekolah gratis, jadi kami yang tidak bisa sekolah bisa terbantu," tutup Sabrina dengan penuh rasa syukur.***