POJOKSATU.ID - Industri internet Indonesia memasuki babak baru dengan lahirnya VELOX, sebuah inisiatif kolaborasi antar-ISP lokal terbesar yang lahir dari Pantura Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Subang).
Inisiator VELOX, Denny Restu Ginanjar mengklaim VELOX dirancang sebagai brand baru hasil kolaborasi usaha (joint venture) lintas perusahaan penyedia layanan internet independen di wilayah Pantura, yang berkomitmen menghadirkan standar layanan premium, bukan sekadar kecepatan.
VELOX lahir dari kesadaran kolektif bahwa perubahan besar tengah terjadi dalam industri telekomunikasi nasional. Provider nasional yang dahulu hanya berperan sebagai penyedia backbone, metro-ethernet dan bandwidth untuk ISP daerah, kini ikut bermain langsung di segmen retail rumah tangga.
Menurutnya, pergeseran ini menciptakan tekanan besar bagi ISP lokal, yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas masyarakat di berbagai kota dan kabupaten.
Baca Juga: Menambal Luka Merapi, Upaya Pemulihan 300 Hektare Hutan Konservasi yang Rusak Akibat Tambang Ilegal
Sebagai respons, delapan ISP dari Pantura Raya bersepakat mendirikan VELOX sebagai entitas kolaboratif baru yang berorientasi pada penguatan mutu layanan dan pengalaman pelanggan.
Denny mengklaim delapan ISP inisiator tersebut adalah PT. Internet Keluarga Indonesia, PT. Pangkalan Lintas Data, PT. Giandra Saka Media, PT. Alfa Omega Interkoneksi, PT. Global Erasiber Teknologi, PT. Media Akses Data, PT. Mitracom Solusi Teknologi, dan PT. Jaya Media Express.
Berbeda dengan kesepakatan antar kompetitor, VELOX diposisikan bukan sebagai forum penetapan harga, tetapi sebagai produk baru hasil kerja bersama konsorsium yang mengembangkan satu merek layanan retail internet dengan standar kualitas tertentu.
“Semua keputusan strategis VELOX dioperasikan oleh tim independen yang dibentuk oleh konsorsium, dan bukan perpanjangan tangan dari para CEO perusahaan pendiri. Tim ini akan berfokus penuh pada empat pilar utama Branding dan Marketing, Customer Service, Ticketing 24 jam, serta pengelolaan Customer Experience Management (CEM),” kata Denny, Senin 3 November 2025.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Bom Waktu bagi Pemda Jika Transisi Tak Dipersiapkan
Melalui sistem terpusat ini, VELOX memastikan bahwa setiap pelanggan di kota mana pun dan dari ISP mana pun akan menerima pengalaman dan kualitas layanan yang seragam, dengan respon cepat, pendekatan humanis, dan dukungan teknis yang profesional.
Meskipun infrastruktur teknis tetap dikelola oleh masing-masing ISP, VELOX menjual satu janji layanan premium yang konsisten di seluruh wilayah.
Karena itu, konsorsium sedang menyusun Standar Teknis Minimum yang mencakup aspek FUP, latensi, dan SLA, untuk menjamin kesetaraan kualitas antar wilayah, termasuk di level reseller atau RT/RW Net yang menjadi perpanjangan tangan ISP di lapangan.
Selain berorientasi pada mutu, VELOX juga berkomitmen menjaga persaingan usaha yang sehat dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Baca Juga: BPBD Depok Baru Terbentuk 2027, Wali Kota Supian Suri Minta Aparat Wilayah Tingkatkan Mitigasi
Inisiatif ini bukanlah kesepakatan antar kompetitor untuk mengatur harga pasar, melainkan bentuk kolaborasi usaha patungan yang menciptakan produk baru, sistem layanan baru, dan pengalaman pelanggan baru yang justru menguntungkan konsumen.
“Tujuan utama kami bukan mengendalikan pasar, melainkan menciptakan nilai baru bagi pelanggan,” ujarnya.
Melalui VELOX, ISP lokal bersatu untuk meningkatkan standar layanan nasional bukan untuk mengatur harga, tapi untuk menghadirkan kualitas dan keandalan yang selama ini diharapkan masyarakat.
Dengan tagline “Beyond Speed. Beyond Ordinary., VELOX menempatkan diri sebagai simbol profesionalisme, kecepatan, dan pengalaman pelanggan yang luar biasa.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model baru bagi industri internet Indonesia, di mana kerja sama antar pelaku usaha mampu melahirkan inovasi, memperkuat daya saing, dan melindungi keberlanjutan ekosistem digital nasional.
Meski diinisiasi oleh ISP dari wilayah Pantura Raya, VELOX didesain sebagai brand universal yang dapat diadopsi di seluruh Indonesia. Konsorsium VELOX membuka kesempatan bagi seluruh ISP di tanah air untuk bergabung dan berpartisipasi dalam jaringan kolaborasi ini, saling menguatkan tanpa kehilangan independensi.
“Kami percaya, masa depan industri internet Indonesia akan ditentukan oleh sinergi, bukan kompetisi destruktif,” tambah Denny. “VELOX hadir untuk membuktikan bahwa kolaborasi yang berlandaskan profesionalisme justru menghadirkan manfaat lebih besar bagi pelanggan dan industri secara keseluruhan.” pungkasnya ***




