POJOKSATU.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan siswa Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri di Tangsel akan segera diganti, membuka kesempatan bagi anak miskin lain.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa siswa dan siswi yang mengundurkan diri.
Dari program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Baca Juga: Akhir Pekan Gus Ipul dan Letkol Teddy di SRMA 33 Tangerang Selatan
Akan segera digantikan. Keputusan ini diambil setelah sembilan siswa dilaporkan mundur dari program pendidikan berasrama tersebut.
Penggantian ini bertujuan untuk memastikan program pendidikan bagi anak-anak miskin dan miskin ekstrem tetap berjalan optimal. Kemensos menghargai keputusan siswa yang mundur.
Namun juga berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan akses pendidikan layak.
Baca Juga: Balon Pedagang di Bintaro Tersangkut Pohon 15 Meter, Damkar langsung Turun Tangan
Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa banyak calon siswa lain yang antre untuk bergabung.
Proses seleksi ulang akan segera dilakukan untuk mengisi kekosongan tersebut, mengingat semua biaya pendidikan dijamin oleh negara.
Beberapa siswa mengalami homesick atau tidak terbiasa dengan sistem sekolah berasrama yang diterapkan.
Baca Juga: Imigrasi Cetak Rekor PNBP Rp8,3 Triliun, Berkat Inovasi Layanan dan Penegakan Hukum yang Kuat
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial, Suratna, pada Jumat (17/9), melaporkan bahwa sembilan siswa telah mengundurkan diri, beberapa di antaranya tanpa keterangan yang jelas.
Suratna menambahkan bahwa kebanyakan siswa memilih keluar karena belum siap dengan sistem kedisiplinan yang ketat.
Mereka merasa belum terbiasa dengan rutinitas seperti bangun subuh, mandi, dan mengikuti jadwal kegiatan yang padat, serta lebih menyukai kebebasan jajan di luar.
Dengan adanya pengunduran diri tersebut, jumlah siswa aktif di SRMA 33 Tangsel kini menjadi 141 orang dari total 150 siswa.
Situasi ini mendorong Kemensos untuk segera mencari pengganti agar kuota pendidikan dapat terpenuhi secara optimal.
Baca Juga: Runner Up Denmark Open 2025, Ganda Putra Indonesia FiFa Kebagian Hadiah Setengah Miliar Rupiah Lebih
Pemerintah menjamin seluruh biaya pendidikan bagi para siswa Sekolah Rakyat.
Hal ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Sebelum diterima di Sekolah Rakyat, setiap calon siswa harus melalui proses asesmen yang ketat.
Baca Juga: FiFa Gagal Juara Denmark Open 2025, Takluk dari Jagoan Jepang
Proses ini melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan mendatangi calon siswa dan keluarganya untuk melakukan dialog langsung.
Asesmen bertujuan untuk memverifikasi data dan memastikan kesesuaian fakta di lapangan. "Jadi oleh pendamping PKH didatangi, diajak dialog, apakah datanya sesuai dengan fakta," jelas Mensos Saifullah Yusuf.
Setelah verifikasi data, orang tua calon siswa akan menandatangani surat kesediaan untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Pemerintah Kucurkan BLT Kesejahteraan Rakyat 35 Juta Keluarga, Gus Ipul Ingatkan Jangan Main Judol
Ini menunjukkan komitmen dari pihak keluarga terhadap program pendidikan berasrama tersebut.
Kementerian Sosial menegaskan komitmennya untuk segera mengganti siswa yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat.
Mensos Saifullah Yusuf menyatakan bahwa kesempatan baru akan dibuka bagi para pelajar lain yang membutuhkan program pendidikan yang lebih layak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Proses seleksi ulang akan dilakukan untuk memastikan bahwa kursi yang kosong dapat diisi oleh calon siswa yang memiliki motivasi kuat untuk belajar.
"Banyak sekali yang ngantre. Kita tidak bisa memaksa, dan kita lakukan seleksi ulang," kata Gus Ipul.
Inisiatif ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh program pendidikan.
Baca Juga: Pidato Menteri Soal Pencairan TPG Per Bulan Jadi Perbincangan Guru, Begini Faktanya
Program Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Saat ini, Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangsel menampung 150 siswa yang berasal dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Dukungan penuh dari pemerintah melalui program ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.***



