POJOKSATU.id — Pertanyaan seputar "kelebihan dan kekurangan diri" sering muncul dalam sesi wawancara kerja.
Banyak pencari kerja yang masih kebingungan menjawabnya, padahal dengan strategi yang tepat, pertanyaan ini bisa jadi peluang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus sikap profesional.
Saat menyebutkan kelebihan, pilih yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Misalnya, untuk posisi analis, bisa menekankan sifat teliti, disiplin terhadap tenggat waktu, dan kemampuan riset.
Baca Juga: Cara Maksimalkan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Abaikan Keselamatan Kerja
Untuk posisi marketing, kelebihan yang bisa disorot adalah komunikatif, kreatif, dan pandai membangun relasi.
Penting untuk memberikan contoh nyata, bukan sekadar menyebutkan sifat.
Misalnya, “Saya terbiasa menyelesaikan laporan lebih awal dari tenggat waktu, sehingga tim punya waktu tambahan untuk revisi”.
Selanjutnya, menyampaikan kekurangan tidak berarti membuka kelemahan secara mentah.
Pilih kekurangan yang tidak fatal dan tetap bisa diarahkan ke sisi positif.
Baca Juga: Muncul Terus Pertanyaan, Tunjangan Kapan Cair, Akhirnya Dilakukan Aturan Ini
Contohnya, “Saya kadang terlalu perfeksionis dan fokus pada detail kecil, tapi sekarang saya belajar membuat daftar prioritas agar lebih efisien”.
Penting juga menunjukkan usaha memperbaiki diri.
Misalnya, bagi yang kurang percaya diri berbicara di depan umum, bisa menjawab dengan menyebutkan bahwa sudah mulai ikut pelatihan public speaking.
Strategi terbaik adalah menjadikan kelemahan sebagai sisi lain dari kelebihan.
Misalnya, sifat perfeksionis menunjukkan ketelitian, sedangkan kesulitan menolak permintaan berarti punya jiwa kerja sama yang tinggi.
Baca Juga: Buruan Daftar! Rekrutmen Pandu Literasi Digital 2025 Resmi Dibuka, Cek Syarat Lengkapnya
Hal ini menunjukkan kemampuan refleksi dan kesadaran diri yang baik.
Hindari jawaban klise seperti “saya tidak punya kekurangan” atau “kelebihan saya biasa saja”.
Jawaban seperti itu membuat HRD menilai kandidat tidak memiliki self-awareness.
Sebaliknya, jawaban terbaik adalah yang menunjukkan kesadaran diri sekaligus growth mindset.
Contoh jawaban lengkap:
Kelebihan saya adalah kemampuan analisis dan konsistensi kerja. Saya terbiasa menyusun data dengan detail untuk meminimalkan kesalahan, dan biasanya bisa menyelesaikan tugas lebih cepat dari tenggat. Kekurangan saya, kadang terlalu perfeksionis dan suka menghabiskan waktu di detail kecil. Tapi sekarang saya mulai membiasakan diri membuat checklist prioritas agar pekerjaan lebih efisien.***
Silakan beri tanggapan di kolom komentar dan bantu sebar informasi ini.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami (buat link hidup):
Versi Android
Versi iOS
Channel WhatsApp
Fanpage Edugov
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Salsabila Azahra




