POJOKSATU.ID – Menyambut tradisi tahunan Muludan dan Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara menyiapkan pengamanan ekstra ketat sejak jauh hari.

Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut akan digelar pada 12 Rabiul Awal di lingkungan keraton.

Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, menyebutkan pengamanan sudah dilakukan sejak 5 Agustus hingga 6 September 2025 dengan pola 24 jam penuh. “Ratusan personel diterjunkan setiap hari dengan sistem tiga shift, masing-masing delapan jam,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Fokus penjagaan berada di area dalam keraton seperti Pungkuran, Lunjuk, Pengada, Taman Dewan Daru, dan Setinggil. Selain itu, petugas juga disebar di pintu masuk Alun-alun Sangkala Buana lokasi pasar rakyat Muludan serta mengintensifkan patroli rutin di sekitar keraton.

Baca Juga: Waspada Pinjol dan Paylater Tembus Rp117,52 Triliun, Utang Digital di Indonesia Jadi Gaya Hidup Baru

Pada malam menjelang acara puncak, Prabu Diaz bersama jajaran Polres Cirebon Kota, Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Usep, dan puluhan laskar turun langsung melakukan monitoring.

Mereka menyapa pedagang yang sedang merapikan lapaknya di Alun-alun Sangkala Buana. Kehadiran aparat gabungan tersebut disambut lega para pedagang.

“Kami merasa aman, apalagi sering disapa langsung oleh Prabu Diaz, polisi, dan TNI,” ungkap Sutini, pedagang pakaian asal Bandung.

Hal senada disampaikan Kamsudin, pedagang mainan anak-anak. Meski penjualan tahun ini menurun, ia tetap merasa tenang berdagang karena terjaga dari gangguan keamanan.

Baca Juga: BRI Raih Anugerah Ekonomi Hijau, Bukti Konsistensi Dukung UMKM dan Keuangan Inklusif

Selain pengamanan internal, patroli skala menengah juga dilakukan bersama Polres Cirebon Kota dan Polsek Lemahwungkuk.

Menurut warga dan pedagang, kolaborasi aparat dan Laskar Macan Ali semakin menumbuhkan rasa aman jelang puncak tradisi Panjang Jimat.**