POJOKSATU.ID - Sebuah babak baru dalam pemerataan transformasi digital resmi dimulai di ujung timur Indonesia. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meresmikan AI Experience Center (AIEC) di Jayapura, Papua.
Sebagai tonggak penting dalam membawa teknologi kecerdasan buatan (AI) ke tengah-tengah masyarakat yang selama ini terpinggirkan dalam ekosistem digital nasional.
Langkah monumental ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, mempertegas posisi Indosat sebagai pelopor kebangkitan digital Tanah Air.
Peresmian AIEC dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, bersama Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison.
Baca Juga: Prestasi Gemilang! Siswa SMAN 1 Cikampek Tembus O2SN Provinsi Jabar untuk Cabang Pencak Silat
Keduanya menyampaikan bahwa kehadiran pusat AI ini adalah komitmen nyata untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan, menjembatani kesenjangan digital antara barat dan timur Indonesia.
AIEC Jayapura memusatkan kontribusinya pada dua sektor krusial: pendidikan dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, teknologi AI digunakan untuk membuka akses pembelajaran personal yang adaptif.
Memungkinkan siswa dari daerah tertinggal untuk mendapatkan kualitas edukasi yang setara dengan kota-kota besar. Di sisi kesehatan, AI menjadi alat bantu diagnosis penyakit seperti tuberkulosis (TBC) secara cepat dan akurat, sangat penting bagi daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur medis.
Baca Juga: Dana BOP dan BOS Kinerja PAUD 2025: Begini Besaran, Jadwal dan Syarat Alokasinya
Nezar Patria mengapresiasi upaya ini sebagai langkah inklusif dalam transformasi digital Indonesia.
“Transformasi digital tidak boleh hanya dinikmati di kota-kota besar. Kehadiran AI Experience Center di Papua adalah bukti bahwa setiap anak bangsa, dari Sabang hingga Merauke, berhak atas kesempatan yang setara dalam dunia digital,” tegasnya.
Vikram Sinha menambahkan bahwa pusat ini adalah wujud nyata dari visi Indosat: menjadikan teknologi sebagai kekuatan pemersatu dan pemberdaya.
“Dengan memprioritaskan wilayah yang selama ini kurang mendapat perhatian, kami ingin menciptakan akses yang adil untuk semua, baik dalam pendidikan maupun layanan kesehatan,” ujar Vikram.***




