POJOKSATU.ID - Sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) oleh akun @ilhampid pada tanggal 14 Mei 2024, menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Unggahan tersebut menampilkan tangkapan layar (screenshot) dari sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan anggota DPRD Lampung Utara.
Anggota DPRD Lampung Utara tersebut sedang melakukan saweran kepada seorang Disc Jockey (DJ) dengan menggunakan uang pecahan Rp 50 ribuan.
Baca Juga: Usai Viral Pamer Joget Hingga Sawer DJ Wanita, Anggota DRRD Lampung Utara Sontak Beri Klarifikasi
Dalam narasinya, pemilik akun @ilhampid menuliskan, "Tau kan kenapa lampung jalan nya ancur, deforestasi tinggi, begal banyak, gak maju maju dan relatif minus pembangunan. Mereka di wakili beginian, malang sekali warga sono. !!! Tebak partai .??"
Cuitan ini menyiratkan kritik terhadap tindakan anggota dewan tersebut dan menghubungkannya dengan berbagai permasalahan pembangunan di Provinsi Lampung.
Video yang menjadi viral tersebut diduga diambil dalam sebuah acara yang menampilkan seorang DJ bernama Abung Pekurun Way Rarem Lampung Utara-Dj Rerem.
Meskipun tak terlihat konteks lengkap dari acara tersebut belum terkonfirmasi secara utuh.
Namun visual dalam video menunjukkan seorang pria tampak melemparkan sejumlah uang pecahan Rp 50 ribuan ke arah area DJ.
Sontak, unggahan ini menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut, terutama mengingat status yang bersangkutan sebagai wakil rakyat.
Beberapa warganet menilai tindakan tersebut tidak pantas dan tidak mencerminkan representasi yang baik bagi masyarakat Lampung.
Sementara itu, sebagian lainnya mempertanyakan etika dan moralitas seorang pejabat publik dalam berinteraksi di ruang publik.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait, baik dari anggota DPRD yang bersangkutan maupun dari lembaga DPRD Provinsi Lampung.
Namun, viralnya video ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi mengenai perilaku pejabat publik serta dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat.
Isu ini menambah daftar panjang sorotan terhadap kinerja dan perilaku pejabat publik di berbagai daerah.
Baca Juga: Rumahnya Dihancurkan Petugas, Atalarik Syah : Saya Orang Kecil, Cuma Artis Dizalimi Seperti Ini
Masyarakat kini semakin aktif dalam mengawasi dan memberikan kritik terhadap tindakan para wakil rakyat, terutama melalui platform media sosial.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan senantiasa menjaga etika serta moralitas dalam setiap aktivitasnya.***




