POJOKSATU.id, SUBANG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) marah besar, saat melihat jalan di kampung halamannya kotor akibat tanah merah.

Terutama saat KDM keluar dari gerbang Tol Kalijati, dirinya melihat sangat kotor akibat tanah merah yang dibawa oleh mobil trul-truk pengangkut tanah merah.

Tidak mau pakai lama, pagi ini Jum’at (18/04) KDM langsung mengerahkan mobil pemadam kebakaran baik dari Kabupaten Purwakarta maupun Kabupaten Subang.

Baca Juga: Dikenai Tarif Impor Tinggi Donald Trump, Indonesia Tetap beli 24 Pesawat Tempur F-15EX dari Amerika Serikat?

“Dari pagi sampai menjelang siang ini kita di gerbang tol Kalijati Om, lagi nyemprot jalan,” kata salah seorang tangan kanan KDM, saat dihubungi pojoksatu.id, Jum’at (18/04).

Untuk membersihkan jalan tersebut, KDM mengerahkan mobil pemadam krbakaran baik dari Purwakarta maupun dari Subang.

“Mobil Damkar dari Purwakarta juga di bantu dari Damkar Subang Om,” tambahnya.

Baca Juga: Jadwal dan Ketentuan Kelulusan RA, MI, MTs, dan MA Tahun Ajaran 2024-2025 Resmi Diumumkan Kemenag

Kemarahan KDM itu beralasan, karena pihak pengusaha hanya mencari keuntungan semata, tanpa memperhatikan lingkungan ataupun jalan yang digunakan oleh pengusaha galian tersebut.

Dampaknya lokasi galian tanah merah yang ada di kawasan industi di wilayah Kalijati itu dihentikan oleh KDM, dilarang beroperasi walaupun sudah kantongi ijin.

“Jalan hancur kotornya luar biasa, anda dapat untung tapi rakyat tidak boleh di rugikan,” kata KDM, marah besar ke penanggungjawab galian tanah merah yang ada dilokasi galian, Kamis (18/04).

Baca Juga: Simulasi Pengelolaan Data Induk Ijazah Diperpanjang hingga 22 April 2025: Berikut Langkah-Langkahnya

KDM berkali – kali menanyakan kelayakan standar kerja truck-truck pengangkut tanah merah, dijawab oleh penanggungjawab yang berkilah sudah standar.

Namun, sayangnya KDM bukanlah orang bodoh, sehingga dirinya menanyakan tonase yang layak bagi truk-truk pengangkut tanah merah tersebut.

Yang menurut KDM, mobil bermuatan tanah merah itu over kapasitas sehingga tanah merah yang diangkutnya berjatuhan di jalan, dampaknya jalan jadi kotor dan licin.

Baca Juga: Ketua DPRD 'Efisiensi Di DPRD Purwakarta 14 Milyar Lebih, Pansus Lillahi Ta'ala Demi Prioritas Pembangunan Untuk Rakyat'

Bukan hanya itu, dampak yang levih besar lagi yaitu jalan menjadi rusak parah karena muatan tanah merah itu membebani jalan yang di lewati. Yaitu jalan provinsi.

“Ini ijinnya, foto izinnya. Kita akan cabut izinnya. Karena ini tidak beres,” tegas Dedi Mulyadi.***