POJOKSATU.ID - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai aksi-aksi demo yang mendiskreditkan nama Direktur Utama dan Korporasi Bank BNI patut diduga dibiayai oleh gerakan gerakan khilafah

Belum lagi isu-isu yang dihembuskan adanya kristenisasi di Bank BNI itu sangat tidak betul dan tidak mendasar sebab Kata Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, Dirut Bank BNI yang merupakan sahabat baiknya.

Habib Syakur mengungkapkan bahwa Anak dari Dirut BNI menikah dengan orang Islam dan menjadi mualaf. Belum lagi isu-isu kredit macet 600 Milyar sangat tidak mendasar dituduhkan pada direktur utama bank BNI karena prosedur yang ketat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Pemuda Desa Bakar Sepeda Motor Guru di Sumenep, Pelaku Sakit Hati Dijelek-jelekan saat Kegiatan Upacara

Prosedur ini bertujuan untuk memastikan bahwa kredit yang diberikan aman dan tidak berisiko macet. Dan jika bank menyalurkan Kredit pasti ada anggunannya yang jumlah lebih lebih besar dari kredit yang di salurkan

Apalagi Bank BNI itu statusnya perusahaan terbuka yang harus transfaran dan kredibel dalam memberikan laporan kinerja keuangannya

Ini kinerja Bank BNI sebagai bukti dari kinerja para Direksi Bank BNI yang bisa jadi ukuran. Berikut adalah beberapa kinerja BNI di tahun 2024:

Penyaluran kredit Per November 2024, BNI menyalurkan kredit sebesar Rp739,54 triliun, tumbuh 10,96% secara tahunan.

Pendapatan operasional, pada kuartal III/2024, pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) BNI mencapai Rp8,8 triliun.

Laba bersih, per November 2024, BNI mencetak laba bersih sebesar Rp19,81 triliun, tumbuh 4,04% secara tahunan.

Dana pihak ketiga (DPK), per November 2024, BNI menghimpun DPK sebesar Rp783,78 triliun, tumbuh 6,99% secara tahunan.

Dana murah (CASA), per November 2024, CASA BNI mencapai Rp559,35 triliun, tumbuh 11,08% secara tahunan.

Baca Juga: Ayamnya TIDAK MATANG, 40 Siswa MUNTAH dan PUSING Usai Santap MAKAN BERGIZI GRATIS, Sample Makanan Ditarik SPPG dan Diperiksa Dinkes

Pendapatan bunga, per November 2024, pendapatan bunga BNI mencapai Rp58,80 triliun, tumbuh 5,28% secara tahunan.

Beban bunga, per November 2024, beban bunga BNI mencapai Rp23,19 triliun, tumbuh 23,30% secara tahunan.

Caption : Habib Syakur Ali Hamdi Alhamid