POJOKSATU.id - Kejadian banjir bandang di Kabupaten Sukabumi yang viral di media sosial, menyentuh rasa kemanusiaan para guru yang tergabung dalam Forum PPPK Kabupaten Bogor.
Seperti diketahui, foto dan video kejadian bencana itu beredar di berbagai media sosial saat kejadian Rabu, 4 Desember 2024.
Saat itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung memetakan banjir yang terjadi berdasarkan informasi petugas reaksi cepat BPBD Sukabumi.
Para guru yang peduli pada warga terdampak bencana itu tak sanggup membayangkan betapa kesulitan dan menderitanya warga di sana.
Usai kesibukannya mengajar dan menyelesaikan tanggungjawabnya di sekolah pada akhir semester, anggota FPPPK Kabupaten Bogor pun bergerak melakukan donasi dari sesama anggota dan para guru.
Informasi yang diterima, banjir setinggi lebih dari satu meter setidaknya melanda sejumlah kampung dan desa dalam wilayah Sukabumi, termasuk di Kecamatan Ciemas.
Kondisi Lokasi Bencana
Hujan persisten yang mengguyur sejak Selasa siang hingga Rabu pagi saat kejadian itu, juga menyebabkan empat aliran sungai di Sukabumi meluap.
Tak hanya banjir, peristiwa bencana tanah longsor dan pergerakan tanah yang berdampak pada sedikitnya 18 kawasan lain di Kabupaten Sukabumi.
"Lokasi di Kecamatan Ciemas kami tentukan sebagai titik penyaluran donasi karena merupakan salah satu titik bencana yang terdampak cukup parah," ujar Sekretaris Jenderal FPPPK Kabupaten Bogor, Deni Sukmajaya.
Deni mengungkap, anggota FPPPK Kabupaten Bogor lalu berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban yang dihadapi warga terdampak bencana.
Informasi yang diterima, setidaknya 20 hektare areal pesawahan di Kecamatan Ciemas terendam banjir.
Bahkan dari tinjauan lokasi oleh Tim FPPPK Kabupaten Bogor, sejumlah perahu nelayan terseret hingga ke daratan.
Camat Ciemas, Usep Supelita menuturkan sejumlah lokasi itu adalah titik banjir musiman dan kerap terjadi sekitar 2 kali hingga 4 kali setiap tahun akibat aliran Sungai Cikalong meluap.
"Kondisi sungai mengalami pendangkalan disertai kondisi air laut pasang sehingga air mudah meluap ke atas permukaan jalan, pemukiman dan lahan pertanian," jelasnya.
FPPPK Kabupaten Bogor Bergerak
Melihat kondisi tersebut, Forum PPPK Kabupaten Bogor pada Minggu (29/12/2024) langsung bergerak untuk menyalurkan donasi bagi korban banjir dan pergerakan tanah di Sukabumi.
Bahu membahu, anggota FPPPK Kabupaten yang sudah menyiapkan bantuan paket sembako hingga kebutuhan bayi disiapkan sebelum berangkat.
Deni Sukmajaya yang akrab dipanggil Kang Baden menyebutkan, bantuan ini murni berasal dari donasi anggota FPPPK, semata-mata karena tersentuh hatinya demi kemanusiaan.
"Semoga para donatur mendapatkan balasan dari Allah SWT berkali kali lipat dan menjadi amal ibadah, amin," ucapnya.
Bismillah, Deni pun berangkat ke lokasi bersama anggota lainnya yaitu Tri Yuda, Dede Kurnia, Eka Rizki, Adi, Agit dan Sigit Shianida.
Bantuan disalurkan langsung kepada warga yangg terdampak bencana di Kp. Cisumur, Desa Waru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Bantuan juga dititipkan di posko relawan desa Ciemas karena masih ada beberapa akses titik bencana yang masih sulit dijangkau.
Kondisi di Lapangan
Terenyuh, para guru yang biasanya sehari-hari mengajar dan kini berada di tengah-tengah masyarakat, menyaksikan sendiri pemandangan kerusakan rumah yang terdampak bencana.
Dari pendataan yang sudah dilakukan relawan, terdapat rumah rusak sedang 48 rumah, rusak berat 30 rumah akibat pergerakan tanah.
Sedangkan akibat banjir, 50 rumah rusak sedang, 14 rumah rusak berat.
Deni juga menginformasikan ada 266 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana di wilayah yang didatangi Tim FPPPK Kabupaten Bogor dengan jumlah jiwa hingga 798, diantaranya 7 balita, 5 orang ibu hamil dan lansia yang mencapai 149 orang.
"Kondisinya masih prihatin. Tentu masih banyak diperlukan bantuan di daerah tersebut. Kami hanya ikhtiar sesuai kemampuan kami," ungkap Kang Baden.
Di lokasi yang didatangi langsung Tim FPPPK Kabupaten Bogor, terdata 1 korban meninggal atas nama Dadang (65).
Kang Baden juga menginformasikan ada anak usia sekolah yang masih membutuhkan bantuan dan dukungan. Berikut informasi datanya.
- SD: 28 perempuan, 21 laki-laki, total 40 orang siswa
- SMP: 9 perempuan, 14 laki-laki, total 23 orang siswa
- SMA: 9 perempuan, 6 laki-laki, total 15 orang siswa
"Sejak kejadian, mereka tidak hanya membutuhkan bantuan seragam. Penting juga untuk diperhatikan kelanjutan pendidikan mereka karena saat musibah terjadi, mereka seharusnya menghadapi ujian akhir," tanggap Deni.
Atas nama FPPPK Kabupaten Bogor, Deni berterimakasih kepada Kepala Sekolah SDN Babakan Jati Jamal dan Kepala Sekolah SDN Jampang Surade, Bambang serta Fauzi dari SDN Tegal Caringin.
"FPPK Kabupaten Bogor juga sangat terbantu atas peran pemuda Karang Taruna Desa Ciwaru dan Tobi selaku relawan posko Desa Ciemas yang sudah membantu mendistribusikan bantuan dari kami. Kami sangat berterimakasih atas bantuannya," pungkas Kang Baden.***




