POJOKSATU.ID - Sebuah perusahaan jasa pengangkutan di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menghadapi masalah serius terkait salah satu unit kendaraannya.
Unit jenis fuso yang relatif baru mengalami kerusakan mesin parah, padahal usia pemakaian masih tergolong singkat. Hal ini dikeluhkan oleh Manager Operasional PT Gita Sarana Sejahtera, Asep Sunardi.
“Kilometer baru sekitar 150 ribu, tapi mesinnya sudah macet. Menurut dealer di Tegal, kerusakannya cukup serius,” ujar Asep, Kamis (19/12).
Karena tidak bisa ditangani di dealer Tegal, kendaraan tersebut kemudian dibawa ke dealer di Cirebon. Setelah dilakukan analisis, kerusakan yang ditemukan sangat parah, yaitu mesin jebol dan piston macet. Dealer menyimpulkan masalah terjadi akibat over running dan kesalahan penggunaan.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon dan BTP Jabar Kolaborasi Tingkatkan Keselamatan Perlintasan Sebidang
Namun, Asep membantah klaim tersebut. Menurutnya, usia kendaraan yang baru mencapai 150 ribu kilometer seharusnya masih dalam kondisi baik.
"Kami belum mendapatkan penjelasan tertulis terkait penyebab kerusakan. Dealer hanya memberi jawaban lisan bahwa ini kesalahan pemakaian, dan itu mengecewakan," katanya.
Komplain Ditolak, Kerugian Terus Bertambah
Permintaan Asep untuk mengganti mesin kendaraan ditolak pihak dealer dengan alasan garansi sudah habis. Padahal, menurutnya, solusi dari pihak dealer maupun perusahaan pusat di Jakarta sangat diharapkan.
“Kami sudah ajukan klaim, tapi ditolak karena dianggap kesalahan pemakaian. Minimal, ada bantuan atau solusi terbaik. Ini kendaraan baru, tapi kerusakannya tidak masuk akal,” tegasnya.
Asep juga terkejut dengan estimasi biaya perbaikan yang mencapai Rp500 juta. Ia menilai biaya tersebut sangat tidak masuk akal untuk kendaraan yang tergolong baru.
“Kami punya unit lain dari brand berbeda, rute dan beban muatan sama, tapi kondisinya tetap prima. Kenapa hanya yang fuso ini yang bermasalah?” imbuhnya.
Baca Juga: bank bjb Pererat Kolaborasi di Sektor UMKM dengan Kunjungan ke PT Agro Sari Satwa di Bali
Kerusakan ini membuat kendaraan tersebut sudah tiga bulan terparkir di gudang, tanpa ada kejelasan tindak lanjut. Asep mengaku mengalami kerugian meskipun jumlahnya tidak terlalu besar.
“Mesin ini jadi momok bagi kami. Semoga ada jalan keluar dari pihak dealer atau perusahaan terkait,” harap Asep.




