POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Purwakarta, Wahyu Wibisono menyayangkan atas tindakan oknum guru honorer yang membentangkan spanduk di pagar kantornya saat acara audensi siang tadi.
Guru honorer yang datang ke kantor BKPSDM hendak melakukan audensi terkait masalah nasib mereka sebagai guru honorer, sayangnya ada oknum yang menunggangi niat mulia para guru honorer mempertanyakan nasib mereka.
Padahal, niat ratusan para guru honorer mendatangi kantor BKPSDM tersebut hendak melakukan audensi, agar BKPSDM Purwakarta memperjuangkan nasib mereka untuk segera diangkat menjadi pegawai pemerintah.
Baca Juga: Sosok Ustaz Riza Basalamah, Dosen, Penulis, Pendakwah dan Kontroversinya
“Saya menyayangkan pembentangan spanduk di pagar kantor BKPSDM dengan tulisan tidak layak tersebut, silaturrahmi ataupun audensi para honorer guru itu diwarnai dengan aksi yang tidak terpuji. Yaitu dengan adanya oknum membuat atau membentangkan spanduk seperti itu. Yang jauh dari etika seorang pendidik,” kata Kepala BKPSDM kepada pojoksatu.id, melalui sambungan seluller Jum’at (23/02).
Ratusan guru yang datang untuk melakukan audensi tersebut disambut baik oleh kepala BKPSDM, bahkan disambut langsung para petinggi di kantor tersebut bahkan Wahyu Wibisono secara langsung menerimanya.
“Tadi ada sebanyak 216 tenaga guru non asn yang belum lulus tes P3K beberpa waktu lalu, ratusan guru mendatangi bkpsdm saya terima secara langsung,” tqmbah Wahyu Wibisono.
Kedatangan ratusan guru honorer tersebut menanyakan kelanjutan nasib para guru yang ingin diangkat menjadi asn, pada saat tes kemarin mereka mendapat status P artinya lulus ambang batas namun blm msk kuota pada tahun 2023.
“Ratusan guru honorer tersebut berkeinginan mendpatkan prioritas untuk diangkat menjadi tenaga P3K kalau bisa tanpa tes kembali, hal ini mengingat usia dan masa kerja pengabdian mereka yang sudah lama,” beber Wahyu Wibisono, menjelaskan kedatangan para guru honorer tersebut.
Baca Juga: Komposer dan Produser Ternama Korea Shinsadong Tiger Ditemukan Tewas di Rumahnya
Tentu saja keinginan para guru honorer tersebut dimaklumi oleh kepala BKPSDM, karena pengabdian para guru tersebut perlu diperjuangkan bersama agar mereka bisa diangkat.
“Keinginan mereka kita terima, kemudian nanti akan kita sampaikan agar para guru honorer yang telah lama mengabdi tersebut menjadi prioritas ketika ada kuota pengangkatan berikutnya,” tutup Wahyu Wibisono mengakhiri pembicaraan.***




