POJOKSATU.id - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat Cianjur jadi biru.
Kegiatan di Pendopo Tumaritis pada Rabu 10 Januari 2024 pagi membludak dan nyaris tak bisa menampung ribuan warga Cianjur.
Kedatangan Presiden Keenam RI itu didampingi Wakil Ketua MPR RI Syarifuddin Hasan, Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief dan Ketua DPD Demokrat Jawa Barat Anton Sukaroto Suratto.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Netralitas: Pj Wali Kota, 11 ASN, Dan Petinggi BJB Kota Bekasi Terancam Pidana
Wakil Sekjen DPC Demokrat Cianjur, Agust Jovan Latuconsina menyebut kegiatan tersebut mengusung tema 'Masyarakat Tidak Boleh Susah, Harus Makin Sejahtera'.
"Kegiatan dihadiri ibu-ibu Majelis Taklim, pegiat UMKM, lansia, kader-kader Posyandu, dan juga orang tua siswa penerima beasiswa PIP yang saya salurkan. Total peserta yang hadir mencapai 1700 orang," ujar Jovan.
Caleg DPR RI Dapil 3 Jabar ini mengungkap, dirinya sejatinya hanya mengundang 1.000 warga saja.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Perkasa, Tiada Lawan di Dapil Jabar VII
Mengingat kapasitas Pendopo Tumaritis yang memiliki kapasitas maksimal sesuai undangan.
"Ternyata yang datang sekitar 1.700 orang. Ini menunjukan betapa masyarakat Cianjur kangen dan antusias ingin bertemu dengan Pak SBY," kata dia.
Jovan memastikan kegiatan bersama SBY itu merupakan bagian dari masa kampanye dan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan KPU.
"Alhamdulillah, Pak SBY berkenan hadir dan membantu kampanye kami para caleg Partai Demokrat di Kabupaten Cianjur," ungkap Jovan.
Sementara, Ketua DPC Demokrat Cianjur, Hj Lilis Boy tidak menyangka antusias masyarakat yang cukup besar.
"Apalagi sosok Pak SBY kan memang cukup kharismatik. Saat jadi Presiden juga sudah bisa membuktikan kinerja dan meninggalkan warisan positif bagi Indonesia," tuturnya.
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jabar yang maju kembali di Pemilu 2024 ini berharap, target perolehan kursi Demokrat bisa tercapai.
Baca Juga: PPATK Kembali Temukan Transaksi Uang Haram Puluhan Triliun dari 100 Caleg
Baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.
"Melihat antusias masyarakat kami semakin optimis target itu bisa tercapai," tandas Lilis Boy.***




