POJOKSATU.id - Terungkap, salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan elite Partai Gerindra di rumah Prabowo Subianto usai putusan MK adalah membahas soal cawapres.

Hal itu diakui Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono yang juga merupakan Jubir Pemenangan Pemilu 2024 Gerindra.

Untuk diketahui, elite Partai Gerindra mendadak menggelar pertemuan tertutup di Kertanegara usai putusan MK pada Senin 16 Oktober 2023.

Baca Juga: BEM SI Kerakyatan Pastikan Turun ke Jalan Lawan Putusan MK, Lihat 20 Oktober 2023

Dalam putusan MK, batas usia capres cawapres tetap 40 tahun.

Akan tetapi bagi yang berusia di bawah 40 tahun tetap bisa maju asalkan memiliki pengalaman sebagai kepala daerah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah.

"Kami berkumpul untuk bertukar pikiran, diskusi, dan tadi mendapatkan beberapa update dari bapak Prabowo Subianto terkait perkembangan politik terkini," ucap Budi kepada wartawan di Kertanegara, Senin 16 Oktober 2023 malam.

Baca Juga: Masinton PDIP Komentari Putusan MK Buka Peluang Gibran Cawapres, Omongannya Langsung 'Nembak' Jokowi

Akan tetapi ia menyatakan bahwa pertemuan mendadak dan tertutup itu adalah sebuah hal yang biasa dilakukan Gerindra.

Budi juga tak membantah dan tak mengiyakan bahwa pertemuan tersebut juga membahas soal putusan MK.

"Intinya kami menghargai, menghormati, proses yang ada di Mahkamah Konstitusi, terutama putusan MK," ujar dia.

Baca Juga: Usai Putusan MK Usai Capres Cawapres, Elite Gerindra Kumpul di Rumah Prabowo, Gibran Dipanggil PDIP

Keponakan Prabowo Subianto itu juga membenarkan bahwa pertemuan elite Gerindra itu juga membahas soal cawapres Prabowo.

Kendati demikian, Budi masih enggan memberikan bocoran apakah sudah ada keputusan siapa dari 4 kandidat yang dipilih untuk mendampingi Prabowo Subianto

"Tadi masih bicara tentang 4 nama yang kemarin yang sudah diinformasikan juga," kata dia.

4 kandidat cawapres Prabowo Subianto itu berasal dari luar Jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga: Cerai Baru Sebulan Menikah, Suami Hana Hanifah Bantah Selingkuh, Ungkap Pergoki Istrinya dengan Pria Lain

"Beberapa hari ke depan akan ada konsolidasi dan komunikasi dengan parpol koalisi," ujarnya.

Budi menegaskan bahwa Gerindra menghormati proses politik yang saat ini tengah berjalan.

Karena itu pihaknya akan memanfaatkan waktu yang ada untuk terus konsolidasi untuk mengambil keputusan strategis.

Baca Juga: Terlibat Penganiayaan Anggota, Vadel Badjideh Kekasih Lolly Putri Nikita Mirzani Ditangkap, Ini Kronologisnya

"Nanti ketum-ketum, sekjen-sekjen parpol koalisi akan berkumpul dan terus mendiskusikan hal-hal terkini," kata dia.

Budi juga menjawab diplomatis saat ditanya tentang peluang Gibran jadi cawapres Prabowo Subianto.

"Kita, sekali lagi, menghargai apa yang telah diputuskan MK," jawabnya.

Baca Juga: Alasan Jokowi Tak Bangun Jembatan Selat Sunda untuk Penghubung Jawa dan Sumatera

Lalu, setelah putusan MK apakah Gibran bisa jadi cawapres dari Koalisi Indonesia Maju?

"Saya rasa ini terbuka bagi orang yang memiliki kriteria sebagaiamana yang sudah diputuskan oleh MK," tandas Budisatrio.***