POJOKSATU.id - Kota Kediri, Jawa Timur diketahui memiliki beberapa mitos yang hingga kini masih dipercaya masyarakat.

Mitosnya, Kabupaten Kediri di Jawa Timur menjadi wilayah yang tidak boleh dikunjungi Presiden Indonesia. Dan hal ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Konon, jika Presiden Indonesia berkunjung ke Kabupaten Kediri maka akan lengser atau turun dari jabatannya.

Kota yang dipercaya dapat lengserkan presiden ini memiliki berbagai mitos dan kisah misteri yang sudah ada sejak dulu kala.

Baca Juga: Daftar Kejanggalan Putusan MK Buka Peluang Gibran Cawapres, Berubah Setelah Paklek Masuk, Ada Peristiwa Aneh

Beberapa misteri yang berkaitan dengan Kota Kediri ini juga banyak dipercaya masyarakat hingga saat ini.

Masyarakat setempat percaya bahwa setelah beberapa presiden berkunjung ke Kediri kemudian mereka pun lengser dari jabatannya.

Kutukan Kediri berasal dari zaman Kerajaan Kediri dan diucapkan oleh Kartikea Singha yang merupakan suami Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga, Keling, Kepung Kediri di abag 6 Masehi.

Dalam babad Kediri, dijelaskan bahwa jika pasukan Kediri menyerang terlebih dahulu terhadap musuh, Kediri akan selalu memenangkan pertempuran.

Dan sebaliknya, jika musuh menyerang Kediri terlebih dahulu, maka musuh yang akan selalu menang.

Baca Juga: Simulasi Pasangan Capres-Cawapres Survei Ipsos : Ganjar-Sandi Tumbangkan Prabowo-Gibran

Kutukan ini sangat erat kaitannya dengan seorang penguasa atau pemimpin suatu daerah.

Kutukan itu bukan hanya berlaku pada presiden melainkan pada pejabat Kediri yang membawa harta dari kediri dengan cara yang tidak benar. Maka dia akan jatuh miskin dengan caranya sendiri.

Kartikea Singha mengutuk kepala Negara yang tidak suci dan masuk ke wilayah Kediri maka jabatannya akan jatuh.

Mengenai kunjungan ke Kota Kediri dari enam pemimpin Indonesia hanya dua presiden yang berani ke Kota Kediri.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Penyakit, Kowarteg Ganjar Gelar Cek Kesehatan Gratis Untuk Warga di Bekasi

Gusdur pernah mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo. Begitupun BJ Habibie dan Soekarno yang lengser setelah ke Kediri.

Percaya atau tidak setelah Soekarno dan Gus Dur mengunjungi Kota Kediri keduanya dilengserkan pada masa jabatannya.

Ir. Soekarno dilengserkan sebagai presiden pertama RI pada tahun 1967, sedangkan Gus Dur lengser sebagai presiden pada 2001.

Bahkan presiden terlama di Indonesia Soeharto yang menjabat hingga 32 tahun ini diketahui tidak pernah berkunjung ke Kota Kediri, Jawa Timur.

Namun, cerita berbeda terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang datang ke Kediri. SBY tidak lengser dari jabatannya malah menjabat selama 2 periode.

Saat terjadi erupsi Gunung Kelud tahun 2007, mantan presiden SBY dari Surabaya ke Kediri untuk menemui para korban bencana alam.

Lokasi tempat pengungsian berada di Wates. Saat itu, SBY tidak langsung ke Wates dengan menyeberangi Sungai Brantas, ia memutar agar tidak menyebrang sungai itu.

Sebelumnya, SBY sudah dihimbau untuk tidak ke Kediri oleh kerabat. Akhirnya, ia memberanikan diri ke Kediri dengan tidak menyeberangi Sungai Brantas dan hanya berkunjung dipinggiran Kediri saja.

Cerita hampir sama juga terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Konon katanya presiden yang ke tempat berkembangnya babad Angling Dharma ini akan lengser.

Masyarakat setempat juga mengaitkan kutukan ini dengan beberapa dengan tempat, misalnya Simpang Lima Gumul di Kediri, yang dipercaya sebagai pusat Kerajaan Kediri.

Sementara kisah lain mengaitkan mitos dengan kutukan Sungai Brantas yang menjadi tapal batas Kerajaan Kediri, yakni bila ada raja, kini disebut presiden, masuk ke Kediri melewati Sungai Brantas maka akan lengser.

Kabupaten yang memiliki mitos serupa dengan Kediri adalah Bojonegoro. Konon, dari enam presiden di Indonesia, hanya Soekarno yang pernah menginjakkan kaki di daerah yang lekat dengan legenda Angling Dharma itu.

Bahkan Presiden Joko Widodo pun tidak pernah berkunjung ke Kediri hingga masa jabatannya mau berakhir.

Padahal beberapa daerah yang ada di Jawa Timur seperti, Blitar, Tulungagng, Trenggalek dan Nganjuk beberapi dikunjungi.

Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, menegaskan bahwa Presiden Jokowi belum pernah diundang untuk kunjungan ke Kediri.

Pramono yang berasal dari Kediri mengakui bahwa mitos jika Presiden ke Kediri memang ada. Namun, bukan berarti karena mitos itu Presiden Jokowi tidak pernah berkunjung ke Kediri.

Namun, menurut KH Kafabihi Mahrus ada cara bagi presiden yang ingin berkunjung ke Kediri dengan aman.

Cara itu adalah berkunjung atau berziarah dan berdoa di makam Syekh Al-Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri.