POJOKSATU.ID - Tradisi di Indonesia menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah.

Diketahui bahwa negeri ini memiliki sejumlah tradisi turun temurun yang masih dilestarikan hingga sekarang.

Salah satunya adalah tradisi sedekah laut yang bisa ditemukan pada masyarakat di daerah pesisir Indonesia.

Baca Juga: 5 Kriteria Pelamar PPPK Guru 2023 yang Akan Diterima Menjadi ASN, Anda Termasuk?

Selain melestarikan tradisi, pelaksanaan sedekah laut menjadi atraksi wisata budaya yang menarik wisatawan. Tak jarang pemerintah daerah menjadikan tradisi tersebut sebagai kalender wisata.

Sejumlah daerah yang rutin menggelar tradisi sedekah laut antara lain, Cilacap, Gunungkidul, Semarang, Demak, Jepara, Pemalang, Brebes, Kebumen, Tuban, Trenggalek, Blitar, Banyuwangi, Karawang, hingga sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku.

Umumnya, tradisi sedekah laut digelar setahun sekali yakni pada tahun baru Islam yang bertepatan dengan tahun baru Jawa.

Baca Juga: Mengejutkan, Mantan Istri Ahok Senang Dengar Pidato Kebangsaan Anies Baswedan

Namun, beberapa daerah melaksanakan sedekah laut pada bulan Syawwal dalam kalender Hijriah, setelah hari raya Idul Fitri.

Sejumlah daerah menyebut tradisi sedekah laut dengan nama berbeda.

Misalnya, masyarakat Trenggalek mengenal tradisi sedekah laut dengan nama Larung Sembonyo, warga Banyuwangi menyebutnya petik laut dan lainnya.

Baca Juga: Hasil Drawing Piala Dunia U17 2023: Indonesia Berpeluang Lolos 16 Besar?

Makna penyelenggaraan tradisi sedekah laut adalah ungkapan syukur para nelayan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas rezeki berupa hasil tangkapan ikan dalam setahun ke belakang.

Selain itu, masyarakat pesisir juga memohon keselamatan agar dalam mencari nafkah sehari-hari dihindarkan dari mara bahaya di lautan.

Lewat upacara sedekah laut, nelayan juga berharap mendapatkan tangkapan ikan lebih banyak pada tahun mendatang.

Tradisi sedekah laut juga menjadi ajang silaturahmi para nelayan karena keseharian mereka mencari ikan di laut sehingga jarang bertemu dan berkumpul bersama rekan sejawatnya.

Baca Juga: 13 Hari Bisa Raih Dukungan Resmi PKS, Cak Imin Sampai Terharu dan Anggap Reuni dengan Habib Salim

Ada sejumlah rangkaian ritual sedekah laut yang digelar warga pesisir.

Setiap daerah umumnya memiliki rangkaian ritual yang berbeda-beda, namun tetap dengan hajat yang sama.

Adapun rangkaian ritual sedekah laut adalah sebagai berikut:

1. Ziarah

Pada sejumlah daerah, masyarakat melakukan ziarah ke makam leluhur sebelum upacara sedekah laut. Salah satu yang melestarikan adat istiadat ini adalah masyarakat Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga: Daftar Nilai Ambang Batas PPPK Guru 2023, Lulusan SMA Bisa Melamar Guru TK dan SD di Papua

2. Persiapan sesaji

Sebelum menggelar upacara sedekah laut, warga juga mempersiapkan sesaji yang akan dilarung ke laut.

Setiap daerah memiliki ketentuan sesaji yang berbeda-beda. Upacara Adat Sedekah Laut di Pantai Cilacap misalnya, sejumlah sesaji yang dipersiapkan antara lain kembang telon atau bunga-bunga yang harum seperti melati, kenanga, dan mawar serta aneka macam jenang.

Kemudian, jajanan pasar, nasi uduk, pisang, lauk pauk, lalapan, dan pakaian. Sesaji utama dalam tradisi sedekah laut adalah kepala kerbau, sapi, atau kepala kambing.

Baca Juga: Jokowi Tiba Tiba Kumpul Bareng Ribuan Kiai di Ponpes Ifa Faizah Rohmah

3. Kirab

Sebelum puncak sedekah laut, masyarakat lebih dulu melakukan kirab atau arak-arakan. Mereka mengarak kerbau, sapi, atau kambing yang akan disembelih untuk kemudian dilarung ke laut.

4. Larung sesaji

Larung sesaji atau menghanyutkan sesaji adalah puncak dari ritual sedekah laut.

Adapun sesaji utama adalah kepala kerbau, sapi, atau kepala kambing yang sudah disembelih. Masyarakat memindahkan sesaji ke kapal nelayan yang telah dihias dengan aneka hiasan warna-warni.

Kemudian, warga beramai-ramai berlayar ke tengah laut untuk melarung sesaji tersebut ke laut.

Baca Juga: Optimis Jajal Ayam Kinatan, Pelatih Sada Sumut : PSMS Namanya yang Besar, Pemainnya Tidak

5. Pertunjukkan seni

Puncak tradisi sedekah laut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukkan kesenian lokal seperti tari tradisional, wayang, dan sebagainya.

Puncak tradisi sedekah laut ini menjadi pesta rakyat pesisir yang diikuti oleh semua warga.***