POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Ketua Yayasan Al Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah menyambut baik rencana Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), yang rencananya akan menggelar Halaqah Nasional di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat.
Ifa Faizah Rohmah mengatakan, P3M adalah wadah Pondok Pesantren dan masyarakat untuk terus berkembang, karena perannya yang sangat strategis dalam membentuk manusia yang kuat hebat dan berakhlak.
"Dengan adanya halaqoh ini menjadi penyambung dan pendorong terhadap program Pemerintah untuk bisa di maksimalkan komunitas pesantren dan masyarakat. Segala kendala dan hambatan bisa kita diskusikan bersama," urai Ifa Fizah Rohamh melalui pesan singkat.
Baca Juga: Hasil Drawing Piala Dunia U17 2023: Indonesia Berpeluang Lolos 16 Besar?
Apalagi, sambung Ifa Faizah Rohmah, dalam hal politik, pondok pesantren di Indonesia memiliki jumlah yang besar, dan menjadi publik figur di masyarakat sehingga memiliki pengaruh besar dalam dinamika demokrasi.
"Kesadaran politik pesantren sangat dibutuhkan untuk menjadi media pemersatu mewujudkan stabilitas negara dan menjadi pelopor terhadap politik bersih.
Karena pemilu adalah gambaran terjadap harkat martabat bangsa dan cita cita generasi kita ke depan," tutur dia.
Seperti diketahui, Halaqah Nasional tersebut bakal digelar selama dua hari, dimulai pada 22-24 September 2023 dan dihadiri 1000 kiai atau pimpinan pesantren di seluruh Indonesia.
Acara tersebut juga bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menkopolhukam, Mahfud MD dan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Perabowo.
Direktur P3M Kiai Sarmidi Husna mengatakan, Halaqah Nasional tersebut akan membahas terkait kemandirian pesantren.
"Nantinya kita membahas inkubasi bisnis pesantren dan keadilan pajak bagi pesantren," kata Kiai Sarmadi dalam konferensi pers di rumah pergerakan Gus Dur, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (15/9/2023).
Baca Juga: Hasil Drawing Piala Dunia U17 2023: Inilah 3 Grup Neraka
Selain itu, Halaqah Nasional juga akan membahas masalah kebangsaan dan etika politik untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang.
Hal tersebut sebagai upaya yang akan dilakukan P3M untuk mewujudkan Pemilu yang damai dan adil.
"Masalah kebangsaan itu berkaitan dengan etika politik kiai, startegi pencegahan kekerasan berbasis agama dalam mengawal Pemilu 2024 dan pengembangan wawasan kebangsaan melalui kurikulum pesantren," ujarnya.
Kiai Sarmadi mengatakan, melalui Halaqah Nasional tersebut, dia berharap para kiai dan pemuka agama dapat meredam stabilitas politik nasional menjelang Pemilu 2024.
"Kiai perlu mengedepankan politik luhur demi mewujudkan demokrasi yang sehat mengawal Pemilu yang damai, peran kiai sangat penting dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 agar tidak terjadi polarisasi di tengah masyarakat," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kiai Sarmadi juga memastikan acara Halaqah Nasional tidak bermuatan politis.
"Kita menggelar acara ini hanya untuk menguatkan stabilitas pesantren, karenanya kita mengudang para pimpinan pesantren untuk mendiskusikan kekuatan pesantren," tuturnya.
Seperti diketahui, Ifa Faizah Rohmah diberikan amanah untuk mengelola Yayasan dan ponpes Al Muhajirin. Sejak 2013, ponpes tersebut kian berkembang dan kini memiliki 6.500 santri dan santriwati.


