POJOKSATU.ID - MANU Putera Buntet Pesantren menjadi saksi peluncuran perdana sebuah produk inovatif yang akan merevolusi dunia makanan instan.

Produk tersebut diberi nama Liwetin, sebuah lauk instan yang mengusung konsep praktis namun tetap memprioritaskan kesehatan dan keterjangkauan bagi para konsumen. Apa yang membedakan Liwetin dari produk makanan instan lainnya.

Liwetin menawarkan pengalaman unik dalam menikmati nasi liwet dengan cara yang sangat praktis. Dalam setiap kemasannya, Liwetin menyediakan berbagai pilihan lauk yang lezat, seperti ikan teri, ikan asin, rebon kering, dan ayam suwir.

Baca Juga: OPM Papua pecah, Sebby Sambom Ancam Bunuh Jeffrey P Bobanak dan Egianus Kagoya, Rahasia Dibongkar Sendiri

Tidak hanya itu, terdapat pula beragam jenis rempah khas nasi liwet seperti sereh, laos, daun salam, bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun jeruk. Untuk melengkapi cita rasa yang autentik, Liwetin juga menyediakan bumbu bubuk sebagai penguat rasa.

Yang membuat Liwetin begitu istimewa adalah kemudahan dalam proses pengolahannya. Konsumen hanya perlu memasak Liwetin bersama dengan beras di rice cooker. Tidak ada lagi kebutuhan akan kompor atau peralatan tambahan lainnya. Dalam waktu singkat, nasi liwet yang lezat siap disantap.

Kemudahan ini menjadikan Liwetin sebagai solusi ideal bagi berbagai golongan, seperti mereka yang memiliki kesibukan tinggi, para pelajar, atau bahkan para ibu rumah tangga yang ingin menyajikan hidangan istimewa dalam waktu yang singkat.

Baca Juga: Honorer Petugas Kebersihan Diangkat PPPK Paruh Waktu, Segini Gajinya

Selain praktis, Liwetin juga memberikan keuntungan ekonomis yang signifikan. Dengan hanya menggunakan 1 kg beras, satu kemasan Liwetin dapat menghasilkan hingga 8 porsi makan. Hal ini menjadikan Liwetin sebagai pilihan terbaik bagi para mahasiswa yang mencari alternatif makanan yang murah dan bergizi.

Peluncuran perdana Liwetin ini memberikan harapan baru dalam industri makanan instan. Produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis dan cepat, tetapi juga mengutamakan kualitas dan kesehatan. Liwetin telah membuktikan bahwa makanan instan tidak harus berkompromi dengan kualitas. Dengan Liwetin, konsumen dapat menikmati nasi liwet yang otentik, lezat, sehat, dan mudah diolah kapan pun mereka inginkan.

Pembina Koperasi MANU Putera Buntet Pesantren, KH. Fikri Mubarok mengatakan, Liwetin juga memberikan manfaat yang luas bagi citra sekolah dan kemandirian sekolah.

Baca Juga: Bung Binder Curiga Ada Pungli Dalam Seleksi Wasit, Tagih Janji Erick Thohir Bersih-bersih Mafia Bola

Dengan adanya inisiatif Tim Koperasi MANU Putera dalam menciptakan dan meluncurkan Liwetin, MANU Putera Buntet Pesantren menunjukkan komitmen terhadap inovasi dan kreativitas dalam menciptakan produk bernilai. Hal ini dapat meningkatkan citra sekolah sebagai lembaga yang proaktif dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam berbagai bidang, termasuk kewirausahaan.

"Dalam pengembangan Liwetin, siswa terlibat langsung dalam proses perencanaan, pengembangan, dan pemasaran produk. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti riset pasar, perancangan kemasan, pembuatan bahan promosi, dan penentuan strategi pemasaran. Melalui keterlibatan aktif dalam seluruh siklus produksi, siswa dapat mengembangkan keterampilan kewirausahaan, kreativitas, kerjasama tim, dan kepemimpinan," kata Fikri.

Fikri menyampaikan bahwa lahirnya produk Liwetin tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pihak Koperasi sekolah. Fikri berharap kedepannya, dengan tantangan yang baru, pihaknya akan terus berusaha mendukung dan mendampingi Liwetin, mulai dari persiapan produksi hingga pemasaran. Komitmen Koperasi MANU Putera dalam membantu mengembangkan Liwetin lebih jauh lagi tetap teguh.

Baca Juga: Gaji PPPK Dibayar Hari Pertama Kerja, Ini Tabel Gaji P3K 2023

Sementara itu, Kepala Sekolah MANU Putera Buntet Pesantren, KH. Ade Muhammad Nasir, Lc menyatakan harapannya terhadap peluncuran Liwetin ke pasaran, bahwa produk ini akan memberikan dampak positif bagi sekolah, siswa, serta masyarakat sekitar.

Selain memberikan nilai ekonomi, peluncuran Liwetin juga dinilai Ade Muhammad membuktikan bahwa MANU Putera Buntet Cirebon bukan hanya tentang pengetahuan dan Agama, tetapi juga tentang memberikan gambaran utuh kepada siswa tentang bagaimana proses berwirausaha dimulai dari awal hingga cara memasarkannya.***