POJOKSATU.id - OPM Papua pecah terindikasi kuat saat ini sedang terjadi konflik internal di dalamnya.
Dalam sebuah rekaman suara yang beredar, Sebby Sambom yang mengaku sebagai juru bicara TPNB mengungkapkan rasa kesalnya terhadap Jeffrey P Bomanak.
Sebby Sambom bahkan mengatakan bahwa Jeffrey, yang mengaku sebagai pimpinan OPM TPNPB, tidak benar.
Menurut Sebby Sambom, jika Jeffrey adalah ketua OPM TPNPB, maka ia harus menunjukkan struktur organisasi dan siapa wakil serta sekretarisnya.
Sebby Sambom juga dengan tegas menyatakan bahwa semua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tidak boleh lagi berhubungan dengan Jeffrey P Bomanak.
Pernyataan tersebut kuat menunjukkan adanya perpecahan di dalam OPM Papua.
Baca Juga: Honorer Petugas Kebersihan Diangkat PPPK Paruh Waktu, Segini Gajinya
Tidak hanya itu Sebby Sambom bahkan mengancam akan menghabisi Jeffrey P Bobanak dan Egianus Kagoya.
Sebby juga menggambarkan Jeffrey sebagai seorang penjahat yang hanya mengaku sebagai pimpinan OPM TPNPB dan melarang keras Egianus Kagoya untuk berhubungan dengan Jeffrey.
Tidak hanya Egianus, Sebby juga melarang komandan tertinggi TPNPB, Goliat Tabuni, untuk berhubungan dengan Jeffrey.
Baca Juga: Bung Binder Curiga Ada Pungli Dalam Seleksi Wasit, Tagih Janji Erick Thohir Bersih-bersih Mafia Bola
Hal itu terekam dalam sebuah rekaman suara yang beredar luas.
"Saya dengan jujur mengatakan bahwa dalam perjuangan kami, tidak ada OPM, dan OPM bukanlah organisasi. Nama OPM hanya menjadi sebutan selama 60 tahun," jelas Sebby.
"Sementara itu, TPNPB adalah organisasi yang memiliki struktur yang jelas, dan Jeffrey Pahawak Bomanak bukanlah pemimpin OPM. Oleh karena itu, dalam situasi penyanderaan ini, tidak ada yang meminta pendapat Jeffrey," tambahnya.
Baca Juga: Profil Aaron Nathan Ang, Main di Jerman, Calon Kiper Indonesia di Piala Dunia U17 2023
Sebby menjelaskan bahwa TPNPB memiliki struktur yang jelas dimana Goliat Tabuni sebagai panglima tertinggi.
Sementara nama TPNPB, kata dia, telah diakui oleh komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1 Maret 2022.
"Oleh karena itu, kami tidak akan mengizinkan siapa pun yang mengklaim sebagai pemimpin OPM TPNPB, dan Jeffrey Pahawak tidak termasuk dalam struktur komando," tegas Sebby.
Baca Juga: Gaji PPPK Dibayar Hari Pertama Kerja, Ini Tabel Gaji P3K 2023
Selain itu, Sebby juga menyatangkan pernyataan Egianus Kagoya dalam sebuah video yang mengatakan bahwa Sebby Sambom, jubir TPNPB, Ketua Dewan Diplomatik TPNPB yang berada di Australia, dan Jeffrey Pahawak bersatu.
"Tiga pemimpin ini bersatu, tetapi saya ingin menyampaikan bahwa TPNPB Kodam III Dugama dan semua pejuang, tidak ada ketua OPM dalam perjuangan kami," tegas Sebby.
Sebby juga mengungkap bahwa Jeffrey telah merencanakan pembunuhan untuk dirinya pada tanggal 13 Januari 2021 di Arawa, Bougainville.
Baca Juga: Khusus Pengguna Motor Matic, Jangan Lupa Untuk Ganti Oli Gardan Secara Rutin
"Sekarang saya menganggap siapa pun yang bekerja sama dengan Jeffrey sebagai orang-orang yang ingin merampok saya," jelas Sebby.
Sebby dengan tegas menyatakan bahwa Egianus, yang sebelumnya mengeluarkan pernyataan, harus segera mencabutnya.
"Saya melihat bahwa Kodam III, Egianus, masih berhubungan dengan Jeffrey, dan saya telah mengalami bahwa siapa pun yang melawan saya akan mati," tegasnya.
"Dan setelah mencabut pernyataan tersebut, Kodam III tidak boleh lagi berhubungan dengan Jeffrey, dan jika masih berkompromi dengannya, Kodam III akan menderita banyak kerugian," jelasnya. ***




