POJOKSATU.id – Euforia kemenangan Spanyol pada Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya mereda ketika perhatian publik mulai bergeser menuju edisi berikutnya.
Menariknya, enam negara sudah dipastikan tampil di Piala Dunia 2030 bahkan tanpa harus menjalani babak kualifikasi yang biasanya berlangsung sangat ketat.
Keputusan tersebut bukan karena prestasi yang diraih di Piala Dunia 2026, melainkan berasal dari aturan FIFA mengenai negara penyelenggara.
Berbeda dengan anggapan sebagian penggemar sepak bola, juara bertahan tidak lagi memperoleh tiket otomatis menuju turnamen berikutnya.
Baca Juga: Donald Trump Disoraki di Final Piala Dunia 2026, Penyerahan Trofi kepada Spanyol Jadi Sorotan
FIFA telah menetapkan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tiga tuan rumah utama Piala Dunia 2030.
Jadi Timnas Spanyol mengantongi tiket Piala Dunia 2030 bukan karena status juara bertahan, melainkan salah satu tuan rumah.
Selain ketiga negara tersebut, Uruguay, Argentina, dan Paraguay juga memperoleh hak tampil otomatis karena menjadi penyelenggara laga pembuka peringatan satu abad penyelenggaraan Piala Dunia.
Turnamen edisi 2030 dijadwalkan berlangsung mulai 8 Juni hingga 21 Juli dengan konsep penyelenggaraan lintas benua yang belum pernah diterapkan sebelumnya.
Format tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 100 tahun sejak Piala Dunia pertama digelar dan dimenangkan Uruguay pada 1930.
Baca Juga: Spanyol Juara Dunia 2026, Warga Gaza, Teheran Hingga Hamas Ikut Berpesta
Laga Pembuka Digelar di Amerika Selatan
Sebagai penghormatan terhadap sejarah sepak bola dunia, tiga pertandingan pembuka akan dimainkan lebih dahulu di Amerika Selatan.
Argentina, Uruguay, dan Paraguay mendapat kehormatan menjadi lokasi pembuka sebelum seluruh rangkaian kompetisi berpindah ke Eropa dan Afrika.
Pertandingan perdana dijadwalkan berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires, yang memiliki kapasitas sekitar 100 ribu penonton.
Paraguay juga menyiapkan Stadion Osvaldo Dominguez Dibb yang baru dibangun.
Sedangkan Uruguay akan menggelar laga pembuka di Montevideo sebagai kota bersejarah kelahiran Piala Dunia.
Setelah tiga pertandingan awal selesai dimainkan, seluruh peserta akan melanjutkan kompetisi di 18 stadion yang tersebar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Baca Juga: Penyebab Ledakan Hebat di Grand Polonia Medan Disebut Kebocoran Pipa Gas, Tujuh Rumah Terdampak
Konsep tersebut menjadikan Piala Dunia 2030 sebagai salah satu turnamen paling kompleks dalam sejarah penyelenggaraan sepak bola internasional.
FIFA Buka Peluang Penambahan Peserta
Presiden FIFA Gianni Infantino juga kembali membuka peluang bertambahnya jumlah peserta pada Piala Dunia 2030.
Wacana memperluas kompetisi menjadi 64 tim muncul setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan format 48 peserta dinilai berjalan sukses.
Menurut Infantino, FIFA ingin memberikan kesempatan lebih besar kepada negara-negara yang selama ini sulit menembus putaran final.
Ia menilai semakin banyak negara yang memperoleh kesempatan tampil akan mendorong perkembangan kualitas sepak bola di berbagai kawasan dunia.
"Ketika menyelenggarakan Piala Dunia, kita harus memikirkan seluruh dunia. Setiap negara harus memiliki mimpi untuk tampil di Piala Dunia," ujar Gianni Infantino.
Tanpa Messi dan Ronaldo
Di sisi lain, Piala Dunia 2030 juga diperkirakan menjadi awal berakhirnya era dua megabintang sepak bola dunia.
Lionel Messi yang akan berusia 39 tahun dan Cristiano Ronaldo diprediksi sulit memperkuat Argentina maupun Portugal apabila keduanya tetap menjadi bagian dari turnamen tersebut.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni bahkan mengaku bangga atas perjalanan Messi hingga membawa negaranya kembali menembus partai final.
Meski gagal mempertahankan gelar setelah dikalahkan Spanyol 0-1, Scaloni menegaskan timnya telah memberikan seluruh kemampuan sepanjang kompetisi dan mengakui lawan tampil lebih baik pada pertandingan puncak.***

