POJOKSATU.id – Selepas peluit panjang berbunyi di Stadion New York/New Jersey, euforia kemenangan Spanyol ternyata tidak hanya memenuhi jalanan Madrid.
Ribuan kilometer dari lokasi pertandingan, sorak kegembiraan juga terdengar di Jalur Gaza, sementara ucapan selamat mengalir dari Iran beserta kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya.
Keberhasilan Tim Matador menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada final Piala Dunia 2026 berubah menjadi lebih dari sekadar kisah olahraga.
Kemenangan tersebut berkembang menjadi simbol yang dimaknai beragam oleh sejumlah pihak karena sikap politik pemerintah Spanyol terhadap konflik Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.
Di berbagai media sosial, rekaman video memperlihatkan warga Gaza berkumpul menyaksikan pertandingan melalui layar proyektor sederhana sebelum akhirnya merayakan keberhasilan Spanyol.
Sorak sorai dan kibaran bendera memenuhi sejumlah titik ketika peluit akhir memastikan gelar juara dunia menjadi milik skuad asuhan Luis de la Fuente.
Sikap Politik Spanyol Menjadi Perhatian
Bagi sebagian warga Palestina, kemenangan Spanyol memiliki makna tersendiri.
Maklum, pemerintah negara tersebut selama ini cukup vokal mengkritik operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Perdana Menteri Pedro Sanchez juga dikenal sebagai salah seorang pemimpin Eropa yang secara terbuka mendukung pengakuan terhadap negara Palestina.
Sikap itu semakin mendapat sorotan ketika bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, sempat terlihat membawa bendera Palestina saat merayakan keberhasilan klubnya menjuarai Liga Spanyol beberapa bulan sebelumnya.
Momen tersebut kemudian kembali diperbincangkan setelah Spanyol memastikan diri menjadi kampiun dunia.
Di sisi lain, sebagian besar kalangan politik Israel justru memberikan dukungan kepada Argentina sebelum partai final berlangsung.
Presiden Argentina Javier Milei selama ini dikenal memiliki hubungan erat serta dukungan politik yang kuat terhadap Israel sehingga pertandingan final ikut menarik perhatian publik internasional.
Iran dan Palestina Sampaikan Ucapan Selamat
Pemerintah Iran termasuk pihak pertama yang menyampaikan ucapan selamat kepada Spanyol setelah pertandingan berakhir.
Sejumlah pejabat tinggi Teheran menilai kemenangan tersebut membawa kebahagiaan bagi banyak masyarakat yang memiliki pandangan serupa terhadap isu Palestina dan konflik kawasan.
Ketua negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut kemenangan Spanyol bukan hanya membahagiakan rakyat negara itu, melainkan juga masyarakat yang mencintai kebebasan dan keadilan.
"Sikap para pemain terhadap rakyat Palestina dan dukungan Spanyol kepada Iran menunjukkan karakter bangsa yang bermartabat," kata Bagher.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, turut memberikan apresiasi terhadap sikap pemerintah Spanyol selama beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, posisi Madrid dalam menyikapi konflik regional dianggap memiliki nilai penting oleh pemerintah Iran.
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas juga dilaporkan mengirimkan surat ucapan selamat kepada Raja Felipe VI dan Perdana Menteri Pedro Sánchez.
Dalam pesannya, Abbas menyebut keberhasilan Spanyol sebagai pencapaian besar yang akan dikenang dalam sejarah olahraga dunia.
Perayaan di Gaza dan Respons Kelompok Bersenjata
Ucapan selamat tidak hanya datang dari pemerintah maupun pemimpin politik.
Basem Naim, salah seorang pejabat Hamas, menyampaikan apresiasi kepada Spanyol atas keberhasilannya menjadi juara dunia 2026.
Ia juga mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina yang ikut merayakan kemenangan tersebut.
Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran juga memberikan pernyataan serupa.
Salah seorang pejabat seniornya menilai keberhasilan Spanyol berkaitan dengan sikap negara itu yang dinilai mendukung Gaza dan menentang kebijakan Israel selama konflik berlangsung.
Meski demikian, kemenangan Spanyol tetap tercatat sebagai pencapaian olahraga terbesar tahun ini.
Namun, reaksi yang muncul dari berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa sepak bola kembali membuktikan kemampuannya melampaui batas lapangan hijau.
Piala Dunia 2026 menjadi ruang pertemuan antara olahraga, diplomasi, dan dinamika politik internasional.***

