POJOKSATU.id - Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan terbaik Portugal mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia pertama sepanjang sejarah.
Negara Eropa tersebut datang ke Amerika Utara dengan status salah satu tim unggulan berdasarkan kualitas skuad yang dimiliki.
Namun di balik optimisme itu, perhatian publik kembali tertuju kepada sosok Cristiano Ronaldo yang memasuki turnamen keenamnya.
Bagi banyak pendukung Portugal, Ronaldo tetap menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus pemain terbesar yang pernah mereka miliki.
Baca Juga: Prediksi Piala Dunia 2026: Legenda Liverpool Sebut Jerman Kuda Hitam, Inggris Meragukan
Namun bagi sebagian pengamat, keberadaan kapten berusia 41 tahun tersebut justru memunculkan pertanyaan penting mengenai keseimbangan tim.
Portugal selama ini dikenal sebagai salah satu negara penghasil talenta terbaik dunia meski memiliki jumlah penduduk relatif kecil.
Dalam dua dekade terakhir, mereka berhasil melahirkan pemain dan pelatih yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sepak bola internasional.
Meski demikian, prestasi Portugal di Piala Dunia belum sebanding dengan kualitas pemain yang mereka hasilkan selama bertahun-tahun.
Pencapaian terbaik mereka masih berupa peringkat ketiga pada Piala Dunia 1966 ketika pertama kali tampil di ajang tersebut.
Baca Juga: Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026, Wasit Somalia Justru Dipercaya Pimpin UEFA Super Cup
Skuad Bertabur Bintang
Memasuki edisi 2026, Portugal memiliki salah satu lini tengah paling lengkap dan berbahaya dibandingkan negara peserta lainnya.
Nama-nama seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, dan Joao Neves memberikan variasi kualitas yang sulit ditandingi banyak lawan.
Selain itu, sektor pertahanan juga diperkuat sejumlah pemain yang tampil impresif sepanjang musim kompetisi Eropa.
Nuno Mendes dan Vitinha bahkan masuk dalam tim terbaik Liga Champions setelah membantu klubnya tampil konsisten sepanjang musim.
Pelatih Roberto Martinez dianggap memiliki materi pemain yang cukup untuk membawa Portugal melangkah jauh dalam turnamen kali ini.
Pengalaman Martinez membawa Belgia ke semifinal Piala Dunia sebelumnya juga menjadi modal berharga menghadapi tekanan kompetisi terbesar dunia.
Namun pembahasan mengenai Portugal hampir selalu kembali kepada satu nama yang terus mendominasi sorotan publik.
Ronaldo diperkirakan masih menjadi pilihan utama di lini depan meskipun usianya sudah memasuki fase akhir karier profesional.
Keputusan tersebut memunculkan perdebatan karena sejumlah pihak menilai Portugal memiliki alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan permainan modern.
Gaya bermain yang mengandalkan tekanan tinggi dinilai lebih sulit diterapkan ketika Ronaldo berada di lini serang.
Tantangan Besar bagi Roberto Martinez
Roberto Martinez menghadapi tugas tidak mudah dalam menentukan peran ideal Ronaldo sepanjang turnamen berlangsung.
Baca Juga: Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Kasus Korupsi BGN, Kejagung Beberkan Peran dan Sosoknya
Di satu sisi, pengalaman dan ketajaman Ronaldo tetap menjadi aset penting yang tidak dimiliki pemain lain.
Namun di sisi lain, Portugal juga harus memastikan keseimbangan permainan agar mampu bersaing menghadapi kandidat juara lainnya.
Banyak pengamat menilai tantangan terbesar Martinez bukan memilih pemain terbaik, melainkan menyatukan seluruh talenta dalam sistem yang efektif.
Meski sudah memasuki usia 41 tahun, Ronaldo tetap menunjukkan produktivitas yang cukup baik bersama tim nasional Portugal.
Dari total 143 gol internasional yang dicetak, sebagian besar masih lahir dalam beberapa tahun terakhir melawan lawan berkualitas.
Faktor tersebut membuat Martinez tetap memberikan kepercayaan penuh kepada sang megabintang untuk memimpin tim.
Bahkan ketika Ronaldo mendapat kartu merah dalam pertandingan kualifikasi melawan Republik Irlandia beberapa waktu lalu, Martinez tetap membelanya.
"Ronaldo layak mendapatkan apresiasi atas disiplin yang ditunjukkannya selama ratusan pertandingan internasional," kata Martinez dalam pernyataannya.
Kesempatan Terakhir Mengejar Sejarah
Piala Dunia 2026 hampir pasti menjadi kesempatan terakhir Ronaldo untuk mengejar trofi paling bergengsi dalam kariernya.
Jika berhasil mencetak gol pada turnamen kali ini, ia berpeluang menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Catatan tersebut akan semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
Namun bagi Portugal, target utama tentu bukan sekadar memecahkan rekor individu melainkan mengangkat trofi juara untuk pertama kalinya.
Menariknya, Portugal berpotensi bertemu Argentina pada fase gugur jika kedua tim mampu memenuhi ekspektasi sepanjang turnamen.
Skenario tersebut berpeluang menghadirkan duel terakhir antara Ronaldo dan Lionel Messi dalam panggung terbesar sepak bola internasional.
Perbandingan antara kedua legenda tersebut selalu menjadi topik menarik selama hampir dua dekade terakhir.
Dalam banyak aspek keduanya bersaing sangat ketat, tetapi Messi masih unggul dalam satu hal yang paling penting.
Kapten Argentina itu telah berhasil mengangkat trofi Piala Dunia, sementara Ronaldo masih terus mengejarnya hingga saat ini.
Karena itu, perjalanan Portugal di Amerika Utara tidak hanya menjadi cerita tentang sebuah negara yang mengejar sejarah.
Turnamen ini juga akan menjadi penentu apakah Cristiano Ronaldo masih mampu membawa Portugal menuju puncak dunia.
Pertanyaan terbesar kini bukan lagi seberapa hebat Ronaldo, melainkan apakah Portugal bisa menjadi juara karena dirinya atau justru terlepas dari bayang-bayangnya.***

