POJOKSATU.id - Kekalahan telak Chelsea dari Everton tak hanya memperburuk posisi di klasemen, tetapi juga memicu kritik tajam dari legenda sepak bola.
Wayne Rooney menilai The Blues masih jauh dari level juara—dan salah satu masalah utamanya ada di lini depan.
Chelsea harus menelan pil pahit setelah dibekuk Everton dengan skor 0-3 dalam lanjutan Premier League, Minggu (22/03/2026) dini hari WIB.
Hasil ini menjadi pukulan lanjutan bagi tim asuhan Liam Rosenior yang kini tercatat menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Baca Juga: Rudal Iran Jatuh Dekat Masjid Al Aqsa Saat Idulfitri, Picu Sorotan Dunia
Posisi Chelsea pun semakin terancam. Mereka kini tertahan di peringkat keenam, hanya terpaut satu poin dari Liverpool yang masih mengamankan slot terakhir Liga Champions, meski juga baru saja kalah dari Brighton.
Di tengah situasi tersebut, legenda Manchester United yang kini jadi pundit, Wayne Rooney menyuarakan pandangannya.
Menurutnya, Chelsea masih membutuhkan sosok penyerang utama yang benar-benar bisa menjadi pembeda di laga-laga besar.
Meski Joao Pedro telah mencetak 14 gol liga musim ini sejak didatangkan dari Brighton dengan nilai transfer 60 juta poundsterling, Rooney menilai kontribusi itu belum cukup untuk membawa Chelsea bersaing di level tertinggi.
Baca Juga: 5 Hidden Gem Wisata Dekat Tol Jagorawi, Biaya Murah View Premium
“Saya tahu Joao Pedro tampil cukup baik, tapi kalau ingin bersaing memperebutkan trofi besar, Anda butuh striker yang benar-benar menginspirasi tim,” ujar Rooney.
Pandangan serupa juga disampaikan Alan Shearer, yang melihat masalah Chelsea tidak hanya di lini depan. Ia menyoroti belum solidnya sektor pertahanan dan penjaga gawang.
“Mereka belum punya kiper kelas dunia dan bek tengah yang benar-benar tangguh, meskipun sudah mengeluarkan banyak uang,” kata Shearer.
Menurutnya, tanpa perbaikan di sektor-sektor krusial tersebut, sulit bagi Chelsea untuk kembali menjadi penantang serius di papan atas.
Di sisi lain, model bisnis Chelsea yang fokus pada perekrutan pemain muda juga menuai sorotan.
Strategi tersebut dinilai berisiko jika tidak diimbangi dengan kehadiran pemain berpengalaman yang bisa memberikan stabilitas.
Rooney pun menyinggung hal ini. Ia mengingatkan bahwa tim-tim sukses biasanya memiliki kombinasi pemain muda dan senior yang matang.
“Kalau hanya mengandalkan pemain muda dan terus berputar dalam siklus jual-beli, akan sangat sulit mencapai konsistensi,” tambahnya.
Baca Juga: KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Ini Pertimbangan Penyidik
Meski begitu, Rooney tetap memberikan pembelaan terhadap pelatih Liam Rosenior. Ia menilai tekanan terhadap sang pelatih terlalu besar, terutama di tengah fase transisi tim.
“Dia pelatih yang bagus, tapi memang butuh waktu. Hasil buruk belakangan ini jadi ujian yang harus dia lewati,” ujar Rooney.
Kekalahan dari Everton menjadi sinyal jelas bahwa Chelsea masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Di tengah tekanan hasil dan ekspektasi tinggi, keputusan di bursa transfer berikutnya bisa menjadi penentu arah masa depan The Blues—apakah bangkit, atau kembali tertinggal dalam persaingan.***

