POJOKSATU.id - Setelah menelan kekalahan memalukan pekan lalu, Burnley kini harus menghadapi ujian berat lainnya, pada pekan ke-27 Premier League, Sabtu (21/02/2026).

Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Chelsea, tim yang sedang berada dalam performa impresif.

Bagi klub yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi, perjalanan ke Stamford Bridge terasa seperti tugas yang sangat berat.

Chelsea tampil konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Sejak ditangani Liam Rosenior, hanya Arsenal yang mampu mengalahkan mereka.

Baca Juga: Preview Aston Villa vs Leeds United: Prediksi Skor dan Kandidat Pemain Terbaik, Referensi Buat Penggemar FPL

Catatan ini tentu menjadi modal besar menjelang laga kandang berikutnya.

Pekan lalu, The Blues sukses mengalahkan Hull City dengan skor telak 4-0 di ajang Piala FA, memastikan langkah mereka ke babak berikutnya.

Di kompetisi Liga Inggris, Chelsea juga menunjukkan tren positif. Mereka tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Rentetan hasil ini membuat mereka kini berada di ambang empat besar klasemen sementara.

Meski demikian, Chelsea sempat tergelincir saat bermain imbang 2-2 melawan Leeds United.

Baca Juga: Tanggapi Plh Kapolres Bima Kota Pernah Tersangkut Narkoba, Humas Polri: Ini Sifatnya Pengganti

Dalam pertandingan itu, mereka sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya gagal mempertahankan keunggulan.

Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi tim promosi bukanlah perkara mudah musim ini.

Faktanya, Chelsea sudah pernah kalah dari Leeds dan Sunderland yang juga berstatus tim promosi.

Jika kembali tumbang dari Burnley, itu akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah mereka kalah dari tiga tim promosi dalam satu musim Premier League.

Di sisi lain, Burnley datang dengan kondisi mental yang belum sepenuhnya pulih.

Kemenangan atas Crystal Palace sempat mengakhiri 16 laga tanpa kemenangan di liga, memberi sedikit harapan bagi tim asuhan Scott Parker.

Namun optimisme itu langsung sirna setelah mereka tersingkir dari Piala FA oleh Mansfield Town yang bermain di kasta League One.

Tekanan terhadap Scott Parker semakin besar. Meski tetap dipertahankan sebagai pelatih, atmosfer di sekitar Turf Moor dikabarkan mulai memanas.

Bertandang ke markas lawan mungkin justru memberi sedikit ruang bagi Burnley untuk bermain tanpa tekanan langsung dari suporter sendiri.

Ada sedikit catatan positif bagi Burnley. Kemenangan atas Palace memberi peluang bagi mereka untuk mencatat dua kemenangan tandang di London dalam satu musim untuk pertama kalinya sejak 2019/2020.

Baca Juga: Hindari Gorengan Berlebihan, Coba 6 Takjil Tepung Beras yang Lebih Ramah di Perut

Namun statistik defensif mereka menjadi masalah besar. Burnley belum pernah mencatat clean sheet dalam 23 laga tandang terakhir di kasta tertinggi.

Catatan ini tentu menjadi alarm serius jelang menghadapi lini serang Chelsea yang sedang tajam.

Dari sisi rekor pertemuan, Chelsea jauh lebih unggul. Dalam 19 pertemuan terakhir di Premier League, The Blues hanya sekali kalah dari Burnley. Mereka meraih 13 kemenangan dan lima hasil imbang.

Menariknya, tujuh dari delapan poin yang pernah diraih Burnley atas Chelsea justru terjadi di Stamford Bridge. Artinya, meski di atas kertas kalah kualitas, Burnley pernah memberi kejutan di markas lawan.

Statistik musim ini menunjukkan Chelsea memiliki masalah dalam mempertahankan keunggulan.

Mereka telah kehilangan 15 poin dari posisi unggul di laga kandang, terbanyak dibanding tim lain di liga. Ini bisa menjadi celah yang coba dimanfaatkan Burnley.

Namun Chelsea juga termasuk tim dengan performa babak pertama terbaik musim ini.

Mereka mencatat 12 kemenangan, delapan hasil imbang, dan enam kekalahan saat skor babak pertama dihitung. Artinya, mereka kerap memulai laga dengan agresif dan efektif.

Pertandingan tandang Burnley musim ini cenderung menghasilkan banyak gol. Rata-rata 3,69 gol tercipta di setiap laga tandang mereka di liga.

Selain itu, delapan pertandingan terakhir Burnley selalu menghadirkan minimal satu gol di babak pertama. Pola ini mengindikasikan laga nanti berpotensi berlangsung terbuka sejak awal.

Pemain Kunci dan Line Up

Dari sisi individu, Cole Palmer menjadi pemain yang patut diperhatikan. Ia terlibat dalam 14 gol dalam 12 starter Premier League melawan tim promosi, dengan rincian delapan gol dan enam assist.

Empat kontribusi golnya musim lalu terjadi saat menghadapi Burnley. Ketajamannya bisa kembali menjadi ancaman besar.

Sementara itu, Jaidon Anthony menjadi sosok paling menonjol di kubu Burnley. Ia memimpin statistik klub untuk jumlah gol, keterlibatan gol, peluang tercipta, dan tembakan.

Baca Juga: Anti Gagal dan Hemat, 5 Takjil dari Tepung Beras Ini Bisa Dibuat 30 Menit Sebelum Magrib

Performa individunya menjadi salah satu sedikit titik terang di musim yang sulit bagi Burnley.

Dari sisi kebugaran, Chelsea masih kehilangan Jamie Gittens yang absen sejak awal Februari.

Di kubu Burnley, Axel Tuanzebe juga dipastikan belum bisa tampil dan harus menepi lebih lama.

Chelsea (4-2-3-1)
Sánchez; Hato, Fofana, Chalobah, James; Caicedo, Fernández; Neto, Palmer, Estêvão; Pedro

Burnley (3-4-2-1)
Dúbravka; Worrall, Estève, Laurent; Humphreys, Ugochukwu, Mejbri, Walker; Anthony, Edwards; Flemming

Prediksi Skor dan Pemain Terbaik

Melihat kontras performa kedua tim, Chelsea jelas lebih diunggulkan. Mereka memiliki kedalaman skuad lebih baik, konsistensi permainan, serta dukungan penuh di kandang sendiri.

Burnley harus tampil sempurna dan disiplin jika ingin mencuri poin.

Secara keseluruhan, laga ini mempertemukan tim yang sedang percaya diri dengan tim yang masih mencari stabilitas.

Chelsea ingin terus menjaga peluang menembus empat besar, sementara Burnley berjuang menghindari degradasi. Perbedaan motivasi dan kualitas bisa menjadi faktor penentu.

Jika melihat tren dan statistik, kemenangan Chelsea dengan selisih lebih dari satu gol menjadi skenario yang paling realistis.

Prediksi Skor Chelsea vs Burnley adalah 2-0 untuk The Blues.

Adapun kandidat pemain terbaik laga ini diprediksi datang dari kubu tuan rumah. Antara lain, Cole Palmer, Joao Pedro atau mungkin Enzo Fernandez.

Kalau dari kubu Burnley, selain Anthony, sang kiper Martin Dubravka bisa jadi pemain terbaik jika tampil bagus menahan gempuran tuan rumah.***