POJOKSATU.ID - Real Madrid siap memperpanjang catatan sempurnanya di Liga Champions UEFA (UCL) musim 2025/26 saat menghadapi Juventus, Kamis dini hari 23 Oktober 2025.
Duel Real Madrid vs Juventus, mulai pukul 02.00 WIB ini merupakan laga yang sarat gengsi dan menjadi ulangan final UCL 2017.
Kedua tim legendaris ini akan kembali bertemu di Santiago Bernabéu, membawa sejarah panjang dan misi berbeda.
Real ingin menjaga rekor kemenangan beruntun, sedangkan Juventus mencari jalan keluar dari periode tanpa kemenangan.
Awal Sempurna Los Blancos
Real Madrid memulai kampanye Liga Champions musim ini dengan dua kemenangan meyakinkan, menorehkan tujuh gol dalam dua laga pembuka fase grup.
Catatan itu bahkan lebih baik dibanding musim lalu, di mana mereka sempat tergelincir pada laga kedua.
Kini, di bawah asuhan pelatih anyar Xabi Alonso, Los Blancos berpeluang mencetak tiga kemenangan beruntun di awal fase grup untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir — bukti konsistensi Real Madrid di panggung Eropa.
Performa Real Madrid di kandang musim ini juga sangat mengesankan.
Baca Juga: Juara Denmark Open 2025, Ayunan Raket Jonatan Christie Sebulan Terakhir Hasilkan Rp1,5 Miliar
Mereka mencatat lima kemenangan beruntun di Santiago Bernabéu di semua kompetisi, termasuk kemenangan 2–1 atas Marseille di laga perdana Liga Champions.
Setelah jeda internasional, El Real juga menandai kembalinya kompetisi domestik dengan kemenangan tipis 1–0 atas Getafe, yang memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di semua ajang.
Bagi Real Madrid, laga melawan Juventus bukan hanya tentang tiga poin.
Ini juga soal membuktikan dominasi Eropa yang masih hidup di bawah generasi baru asuhan Alonso — dengan wajah-wajah muda seperti Jude Bellingham dan Arda Guler yang berpadu dengan bintang top dunia, Kylian Mbappe.
Krisis Juventus
Sementara itu, Juventus datang ke Madrid dengan modal yang jauh dari ideal. Dilanda krisis performa.
Klub asal Turin itu membuka perjalanan UCL musim ini dengan dua hasil imbang, dan baru saja menelan kekalahan 0–2 dari Como di Serie A akhir pekan lalu.
Baca Juga: Runner Up Denmark Open 2025, Ganda Putra Indonesia FiFa Kebagian Hadiah Setengah Miliar Rupiah Lebih
Kekalahan itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan Juventus menjadi enam laga di semua kompetisi, dengan lima di antaranya berakhir imbang.
Dalam lima pertandingan tandang terakhir di Liga Champions, Juventus juga belum pernah menang (D4, L1), menjadikan rekor tandang mereka di Eropa sangat mengkhawatirkan.
Lebih buruk lagi, Juventus selalu kebobolan di babak pertama dalam tiga laga tandang terakhir, dan hanya sekali menang di laga tandang musim ini — itupun terjadi pada Agustus lalu.
Situasi ini membuat tekanan besar mengarah kepada pelatih Massimiliano Allegri, yang dinilai gagal menjaga stabilitas tim setelah awal musim yang menjanjikan di Serie A.
Baca Juga: FiFa Gagal Juara Denmark Open 2025, Takluk dari Jagoan Jepang
Rekor Pertemuan
Pertemuan Real Madrid dan Juventus selalu membawa nostalgia panjang bagi pencinta sepak bola Eropa.
Sejak duel pertama mereka di awal 1960-an, kedua klub telah bertemu dalam 22 pertandingan kompetitif, dengan Real Madrid unggul: 12 kemenangan, 2 imbang, dan 8 kekalahan.
Yang paling diingat tentu final Liga Champions 2017 di Cardiff, saat Real Madrid menghancurkan Juventus 4–1 lewat gol-gol Cristiano Ronaldo, Casemiro, dan Marco Asensio.
Sejak saat itu, dominasi Madrid atas Juventus terus berlanjut — mereka memenangkan tiga dari empat pertemuan terakhir, termasuk kemenangan di perempat final Piala Dunia Antarklub pada Juli lalu.
Meski begitu, Juventus tetap punya ambisi untuk membalikkan keadaan.
Kemenangan atas Real Madrid di Bernabeu akan menjadi sinyal kebangkitan Bianconeri sekaligus menjaga asa mereka untuk lolos dari fase grup.
Fakta Menarik
Beberapa fakta dan catatan statistik memperlihatkan keunggulan Real Madrid menjelang laga ini:
1. Real Madrid selalu menang di babak kedua dalam empat dari lima laga kandang terakhir mereka.
Baca Juga: Persija Jakarta Raih Poin Sempurna Usai Tekuk Persebaya Surabaya Di Hadapan Pendukungnya
2. Los Blancos juga selalu mencetak minimal dua gol dalam tujuh dari delapan pertandingan kandang terakhir di semua kompetisi.
3. Sebaliknya, Juventus gagal mencetak gol di babak pertama dalam empat laga berturut-turut.
4. Dalam sepuluh laga tandang terakhir Juventus di Liga Champions, tujuh kali kedua tim sama-sama mencetak gol.
Dengan data itu, wajar jika banyak pihak memprediksi laga ini akan berjalan terbuka, namun Real Madrid diprediksi lebih dominan, terutama di hadapan pendukung sendiri.
Pemain Kunci
Sorotan utama jelas tertuju pada Kylian Mbappe, yang sejauh ini tampil menakjubkan di Liga Champions musim ini.
Bintang asal Prancis itu sudah mencetak lima gol dari dua pertandingan, menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara.
Catatan menarik lainnya: 17 gol terakhir Mbappe di Liga Champions semuanya tercipta dalam laga yang dimenangkan timnya — membuktikan betapa besar pengaruhnya terhadap hasil pertandingan.
Di sisi lain, Juventus berharap pada keajaiban dari pemain muda Francisco Conceicao.
Pemain asal Portugal itu dikenal spesialis “gol menit akhir”, dengan tiga dari empat gol kariernya di UCL lahir setelah menit ke-80.
Termasuk saat Juventus bermain di Spanyol melawan Villarreal musim lalu.
Kombinasi kreativitas Conceicao dan eksploitas bintang muda Juve lainnya, Kenan Yildiz diharapkan bisa menembus pertahanan tangguh Madrid.
Baca Juga: 11 Game Edukatif Terbaik untuk Asah Otak dan Kecerdasan Anak di Era Digital
Daftar Pemain Absen
Kedua tim akan tampil tanpa kekuatan penuh. Di kubu Real Madrid, David Alaba dipastikan absen karena cedera kaki, sementara Carvajal, Ceballos, dan Ferland Mendy juga masih dalam pemulihan.
Sementara Antonio Rudiger diragukan tampil karena cedera paha.
Dari kubu Juventus, Bremer, Arkadiusz Milik, dan Pinsoglio absen akibat cedera lutut dan betis, sementara Fabio Miretti dan Zhegrova diragukan tampil.
Kendati begitu, Allegri diyakini masih memiliki opsi solid di lini belakang dengan kombinasi Gatti dan Danilo.
Faktor Mental dan Motivasi
Selain taktik dan kualitas pemain, faktor mental mungkin akan menjadi menjadi pembeda penting.
Real Madrid selalu tampil percaya diri di kompetisi ini. Mental juara dan sejarah panjang mereka di Eropa sering kali menjadi kekuatan tambahan saat menghadapi tekanan.
“Liga Champions adalah DNA kami,” kata pelatih Xabi Alonso dalam konferensi pers.
“Kami menghormati Juventus, tapi target kami tetap tiga poin untuk memastikan langkah ke babak 16 besar lebih cepat.”
Di kubu lawan, Allegri menegaskan Juventus tak akan menyerah meski datang sebagai underdog.
“Kami tahu betapa sulitnya bermain di Bernabeu, tapi ini kesempatan untuk mengukur sejauh mana tim kami bisa berkembang,” ujar Allegri.
Analisis dan Prediksi Pertandingan
Melihat performa kedua tim, Real Madrid sangat diunggulkan untuk meraih kemenangan ketiga di fase grup.
Mereka punya tren luar biasa di kandang dan sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah serangkaian kemenangan di La Liga dan Eropa.
Juventus, sebaliknya, datang dengan moral yang goyah dan catatan tandang yang buruk.
Namun, mereka dikenal sebagai tim yang sulit ditebak di Liga Champions — terutama saat berhadapan dengan tim besar.
Jika bisa memanfaatkan peluang dari serangan balik dan bola mati, Juventus masih berpotensi mencuri satu poin.
Prediksi skor: Real Madrid 2 – 1 Juventus.
Kemungkinan kedua tim mencetak gol cukup tinggi, mengingat Juventus juga rajin mencetak gol tandang dalam tujuh dari sepuluh laga tandang terakhir di UCL.***

