POJOKSATU.id, KABAR mengagetkan dari Kapten Tottenham Hotspur, Son Heung Min. Dia ternyata menjadi korban pemerasan mantan kekasihnya, yang mengaku hamil anak pesepakbola itu.

Polisi Gangnam Seoul dikabarkan telah menangkap mantan kekasih Son Heung Min dan seorang pria yang disebut sebagai pacarnya saat ini.

Penangkapan terhadap mantan kekasih Son Heung Min setelah Pengadilan di Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 17 Mei 2025.

Baca Juga: Hindari Spekulasi, Ragnar Oratmangoen Klarifikasi Alasan Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia Kontra China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dilansir dari Chosun Ilbo, Minggu, 18 Mei 2025, Hakim Yoon Won Mook dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyetujui surat perintah untuk perempuan berusia 20-an yang diidentifikasi dengan nama belakang Yang.

Kemudian, tersangka lainnya pria berusia 40-an, yang bernama belakang Yong, dengan alasan kekhawatiran keduanya dapat menghancurkan bukti atau melarikan diri.

Yang diduga mengirimkan gambar ultrasound atau USG palsu kepada wakil Son Heung Min pada Juni 2024, mengklaim bahwa dia hamil.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Gelar Konser Dangdut Perdana Bernuansa K-Pop pada Agustus 2025, Berikut Daftar Lengkap Harga Tiketnya

Dari laporan polisi, pihak Son ternyata sempat mengirimkan uang 300 juta Won atau senilai 220.000 US Dollar. Ini dilakukan, karena khawatir Yang menyebarkan kabar hamil itu lalu merusak reputasi pemain bola itu.

Uang itu ditransfer dengan disertai perjanjian tertulis untuk tidak mengungkapkan dugaan kehamilan tersebut ke publik.

Setelah itu, Yang menjalin hubungan dengan Yong. Pria ini mengetahui kejadian saat kekasihnya mendapat tranferan dari Son, lalu berencana meminta uang lagi.

Baca Juga: Kemunculannya di Red Carpet Cannes Film Festival 2025 Jadi Sorotan, Syahrini Ungkap Kehadirannya untuk Menerima Penghargaan dari UNESCO

Yang kemudian menghubungi pihak Son lagi pada Maret 2025, dan meminta tambahan 70 juta Won dan mengancam untuk mengungkapkan cerita itu ke publik.

Kali ini, Son tak tinggal diam. Wakil Son mengajukan pengaduan polisi pada 7 Mei 2025 dan laporan itu diproses polisi.

Agensi Son mengeluarkan pernyataan, dan menegaskan Son adalah korban sehingga melaporkan kasus ini serta tidak ingin ada penyelesaian secara damai. ***