POJOKSATU.id - Laga hidup dan mati akan tersaji di Stadio Olimpico, Senin (19/5/2025) dini hari WIB, saat AS Roma menjamu AC Milan dalam lanjutan pekan ke-37 Serie A.
Kedua tim sama-sama membawa misi besar yakni mengamankan tempat di kompetisi Eropa musim depan.
Ketatnya papan tengah Serie A membuat duel ini lebih dari sekadar pertandingan biasa.
Roma saat ini bertengger di peringkat keenam dengan 63 poin, sedangkan Milan menguntit di posisi kedelapan, hanya terpaut tiga angka.
Dengan hanya dua laga tersisa, kemenangan akan jadi harga yang tak bisa ditawar.
AS Roma datang ke laga ini dengan tekad menebus kekalahan menyakitkan dari Atalanta pekan lalu.
Kalah 1-2, rekor 19 laga tak terkalahkan mereka akhirnya patah.
Namun secara keseluruhan, performa Giallorossi tetap stabil, terutama saat bermain di Olimpico.
Claudio Ranieri berhasil mengubah wajah Roma menjadi lebih solid dan terorganisir.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Arsenal vs Newcastle: Adu Nasib Demi Tiket Liga Champions
Pendekatan realistisnya membawa kestabilan di saat yang krusial, meski sejumlah pemain kunci masih belum sepenuhnya fit.
Kehilangan Paulo Dybala karena cedera serta kemungkinan absennya Lorenzo Pellegrini menjadi tantangan tersendiri.
Sementara itu, AC Milan datang ke ibu kota Italia dengan luka segar usai gagal merebut Coppa Italia.
Kekalahan tipis 0-1 dari Bologna di final meninggalkan kekecewaan mendalam bagi Rossoneri.
Kini, satu-satunya harapan menyelamatkan musim adalah dengan finis di zona Eropa.
Pelatih Sergio Conceicao harus membangkitkan semangat timnya dalam waktu singkat.
Kembali bermain di Olimpico, Milan membawa ambisi ganda yakni membalas kegagalan di final dan menyalip Roma di klasemen.
Secara statistik, Milan unggul dalam rekor pertemuan.
Dalam 13 laga terakhir melawan Roma di semua kompetisi, mereka menang tujuh kali dan hanya kalah dua kali.
Musim ini pun Milan belum terkalahkan dari Roma, dengan satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Namun, dalam atmosfer pertandingan penentuan seperti ini, statistik bisa menjadi tidak relevan.
Roma punya modal kuat dari rekor kandang mereka yaitu tak terkalahkan dalam 11 laga Serie A terakhir di Olimpico, dengan sembilan kemenangan.
Milan juga tak bisa dipandang sebelah mata saat bermain di luar kandang.
Rossoneri selalu mencetak gol dalam delapan laga tandang terakhir di liga, meski catatan tersebut juga diwarnai tiga kekalahan.
Ranieri dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan kedisiplinan bertahan dan transisi cepat.
Baca Juga: Terlibat Praktik Haji Ilegal, 2 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi
Gaya main pragmatisnya kerap membuat lawan frustrasi.
Roma akan mengandalkan kekompakan serta efektivitas serangan balik, apalagi dengan komposisi pemain yang tak lengkap.
Sebaliknya, Conceicao dikenal agresif dan mengedepankan intensitas.
Milan kemungkinan besar akan tampil menekan sejak awal, memanfaatkan kecepatan Leao dan kecerdikan Pulisic di sisi sayap.
Kehadiran Theo Hernandez dari lini kedua juga bisa menjadi senjata rahasia Milan.
Namun, keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada kestabilan lini belakang yang kerap goyah di laga-laga penting.
Dengan beban tinggi dan motivasi besar dari kedua tim, laga ini diprediksi berlangsung keras, ketat, dan emosional.
Roma akan berusaha memaksimalkan dukungan publik Olimpico, sementara Milan akan tampil habis-habisan demi menyelamatkan musim yang nyaris berakhir tanpa trofi.
Laman Who Scored memprediksi laga antara AS Roma melawan AC Milan akan berakhir seri dengan skor 1-1.
Baca Juga: Sosok Muhammad Salim, Ketua Kadin Cilegon Resmi Jadi Tersangka Kasus Pemalakan Proyek Rp5 Triliun
Perkiraan Susunan Pemain
AS Roma (3-5-2): Svilar; Celik, Mancini, Ndicka; Soule, Cristante, Kone, Pisilli, Angelino; Shomurodov, Dovbyk.
Pelatih: Claudio Ranieri.
AC Milan (3-4-3): Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Jimenez, Fofana, Reijnders, Hernandez; Pulisic, Gimenez, Leao.
Pelatih: Sergio Conceicao.
***
