POJOKSATU.id - Kompetisi Serie A 2024/2025 memasuki pekan-pekan penentuan. Salah satu laga krusial tersaji di Giuseppe Meazza, Minggu (27/4/2025) pukul 20.00 WIB, saat Inter Milan menjamu AS Roma.
Kedua tim mengusung misi berbeda, namun satu kesamaan menyatukan mereka yaitu kewajiban menang.
Inter Milan baru saja diguncang kenyataan pahit.
Kekalahan telak 0-3 dari AC Milan di semifinal Coppa Italia memupuskan impian meraih treble.
Kini, pasukan Simone Inzaghi tak punya waktu meratapi kegagalan.
Baca Juga: Gerak Cepat Anggota Legislatif Cirebon dan Ojol Temui Wamenaker di Jakarta
Serie A dan Liga Champions menjadi dua benteng terakhir yang masih bisa dijaga.
Di kompetisi domestik, Nerazzurri tak boleh terpeleset.
Mereka terus dibayangi Napoli di klasemen dan hanya kemenangan yang bisa menjaga asa juara tetap hidup.
Namun, kondisi tim tengah goyah. Dalam tiga laga terakhir, Inter tak pernah menang.
Inkonsistensi mulai menjadi bayang-bayang di saat yang paling krusial.
Baca Juga: Korban Pembunuhan yang Dibawa Pakai Motor Ternyata Bernama Al Bashar, Perantau Asal Lampung
Kabar buruk juga datang dari ruang ganti.
Henrikh Mkhitaryan dan Alessandro Bastoni absen karena akumulasi kartu, sementara Marcus Thuram masih dalam tahap pemulihan cedera.
Simone Inzaghi harus meracik ulang formasi tanpa beberapa pemain kunci.
Meski begitu, Meazza tetap menjadi benteng kokoh.
Dalam 13 laga kandang terakhir di Serie A, Inter tak pernah kalah.
Baca Juga: TATA Cara Pemberian Gaji bagi PPPK, Lengkap dengan Syarat yang Harus Dipenuhi dan Jadwal Pembayaran!
Statistik itu menjadi bekal mental penting saat menjamu tim sekelas AS Roma.
Di sisi lain, AS Roma datang sebagai tim yang sedang membara.
Claudio Ranieri membawa stabilitas dan karakter ke ruang ganti Giallorossi.
Roma tak terkalahkan dalam 17 laga terakhir di Serie A, sebuah rekor yang menjadi sinyal bahaya bagi tuan rumah.
Kemenangan 1-0 atas Verona pekan lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan Roma di laga tandang menjadi delapan pertandingan.
Bahkan sejak kekalahan dari Como pada Desember lalu, mereka belum lagi mencicipi pahitnya hasil negatif di luar kandang.
Namun, rekor pertemuan menunjukkan dominasi Inter.
Dalam empat pertemuan terakhir di Serie A, Inter selalu keluar sebagai pemenang.
Gol tunggal Lautaro Martinez di Olimpico pada pertemuan pertama musim ini jadi bukti bagaimana efektivitas Nerazzurri tak bisa diremehkan.
Ranieri dipaksa berpikir keras karena kehilangan Paulo Dybala.
Sang playmaker kembali dibekap cedera dan tak masuk daftar skuad.
Kehadiran pemain muda seperti Matias Soule dan bomber anyar Artem Dovbyk memberi alternatif, namun tekanan untuk tampil maksimal di laga besar seperti ini akan menjadi ujian mental.
Kedua tim membawa kelelahan dan tekanan ke laga ini.
Inter akan berusaha mengendalikan tempo, sementara Roma mengandalkan efektivitas transisi cepat.
Dalam situasi seimbang dan dengan absennya beberapa pemain kunci, hasil imbang tampak menjadi skenario paling realistis.
Laman Who Scored memprediksi duel Inter Milan vs AS Roma akan berlangsung ketat dan berakhir imbang dengan skor 1-1.
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Pavard, Acerbi, Bisseck; Darmian, Barella, Calhanoglu, Frattesi, Carlos Augusto; Correa, Lautaro.
Pelatih: Simone Inzaghi
AS Roma (3-5-2): Svilar; Celik, Mancini, Ndicka; Saelemaekers, Kone, Paredes, Cristante, Angelino; Soule, Dovbyk.
Pelatih: Claudio Ranieri
***
