POJOKSATU.ID - Luis Enrique mengakui kesalahan fatal PSG jelang semifinal Liga Champions melawan Arsenal.

Arsenal akan menjamu PSG di Stadion Emirates pada hari Selasa untuk leg pertama semifinal Liga Champions mereka.

Pelatih kepala PSG, Luis Enrique, mengakui timnya belum berlatih bertahan dari bola mati jelang laga Liga Champions melawan Arsenal pekan depan.

Baca Juga: 29 Musisi Top Gugat UU Hak Cipta ke MK, Armand Maulana hingga Raisa Tuntut Hak Royalti Lebih Adil

The Gunners, di bawah pengawasan pelatih bola mati Nicolas Jover, dikenal berbahaya dalam mencetak gol dari situasi bola mati.

Arsenal menjadi klub Premier League dengan gol terbanyak dari sepak pojok dan bola mati non-penalti sejak musim 2021/22.

Di perempat final melawan Real Madrid, Declan Rice mencetak dua gol langsung dari tendangan bebas.

Baca Juga: 2.740 Calon Peserta Akan Ikuti Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II Tahun 2024 di Kabupaten Tulungagung. Cek Prosedurnya Di Sini!

Meski gol dari bola mati sedikit menurun akhir-akhir ini, gol pembuka Arsenal saat melawan Crystal Palace juga berasal dari situasi bola mati.

Gol itu tercipta dari tendangan bebas yang dikirim ke kotak penalti dan disundul masuk oleh Jakub Kiwior.

Penurunan jumlah gol dari bola mati Arsenal belakangan ini dikaitkan dengan peningkatan pertahanan klub Premier League menghadapi senjata milik Mikel Arteta.

Baca Juga: Akui Pelakor, Lisa Mariana Ungkap Bukan Hanya Ridwan Kamil Kekasih Gelapnya : Mantan Artis dan Pejabat Juga Ada

Meski begitu, Enrique tetap yakin timnya tak perlu fokus secara khusus pada pertahanan bola mati.

"Tidak, saya tidak berencana melatih bola mati karena saya sudah lama mengenal Arsenal," ujarnya kepada wartawan seperti dikutip RMC Sport.

“Kami sudah pernah menghadapi mereka musim ini. Kualitas dan kekurangan yang membawa kami sejauh ini tetap sama,” kata Enrique.

“Kami ingin memenangkan setiap trofi dengan cara bermain dan bertahan seperti yang biasa kami lakukan.

"Tak ada tim di dunia yang sempurna, dan kami juga tidak akan menjadi tim yang sempurna.”

Sikap Enrique memang patut dihargai, tetapi tetap berisiko dieksploitasi Arsenal di semifinal Liga Champions.

The Gunners sadar bahwa PSG sangat kuat saat bermain di kandang sendiri dan senang menguasai bola dalam waktu lama.

Hal ini bisa menjadi tantangan bagi tim asuhan Mikel Arteta dalam mengatur ritme permainan mereka.***