POJOKSATU.id — Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida, mulai angkat bicara mengenai kekhawatiran timnya yang belakangan kerap kecolongan gol di menit-menit akhir pertandingan.

Dalam beberapa laga terakhir, strategi menyerang yang mereka terapkan justru sering menjadi bumerang akibat lemahnya transisi pertahanan.

Masalah Klasik di Transisi Bertahan

Eduardo Almeida secara gamblang mengungkapkan bahwa Semen Padang FC masih bermasalah dalam menghadapi situasi transisi, terutama saat tim sedang agresif menekan pertahanan lawan.

"Ketika memutuskan menyerang untuk menang, di saat bersamaan kita mengalami masalah transisi pertahanan," kata Eduardo Almeida kepada awak media di Padang, Jumat (17/04/2025).

Baca Juga: Dana Rp199,7 Miliar untuk PSSI, DISIAPKAN Demi Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia? PORSI TERBESAR Alokasi Dana Olahraga

Pelatih asal Portugal ini menyoroti bahwa gol-gol yang bersarang ke gawang Semen Padang FC cenderung terjadi di fase akhir laga. Dari hasil evaluasinya, lemahnya lini belakang dalam mengantisipasi serangan balik lawan menjadi penyebab utama kebobolan.

Mengambil Risiko demi Mengejar Kemenangan

Edu, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa permainan menyerang penuh risiko, terlebih saat tim dalam posisi tertinggal dan berambisi meraih poin penuh.

"Jadi, ketika kita dalam posisi tertinggal dan ingin memenangi pertandingan ada risiko besar yang dipertaruhkan," ungkapnya.

Eduardo juga menjelaskan bahwa pendekatan menyerang agresif seperti saat ini tidak diterapkan pada paruh musim pertama Liga 1 2024/2025.

Namun, karena Semen Padang FC berada di zona merah klasemen, mau tidak mau ia harus menginstruksikan skema permainan ofensif yang lebih berani.

Mengandalkan Sayap dan Opsi Serangan Variatif

Di sektor sayap, nama Irkham Mila dan Firman Juliansyah menjadi andalan untuk melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan, mendukung duet lini depan Ridwan dan Cornelius Stewart.

Namun, Eduardo menegaskan pendekatan berisiko ini bisa berubah jika posisi tim di klasemen sudah lebih aman.

"Situasi akan berbeda kalau kita punya poin yang lebih aman maka tim bisa bermain lebih tenang tanpa harus mengambil risiko yang besar," jelas pelatih berusia 47 tahun tersebut.

Baca Juga: Racik Komposisi ASEAN All-Stars vs Manchester United, Timnas Indonesia Mungkin TAK BISA KIRIM Pemain Utama, Ini Sebabnya

Rotasi Pemain

Menghadapi lima pertandingan terakhir musim ini yang penuh tekanan, termasuk menghadapi tim-tim kuat seperti Persija Jakarta, Madura United, hingga Arema FC, Almeida mulai menyiapkan skema rotasi pemain untuk menjaga kebugaran skuadnya.

Bahkan ia tak menutup kemungkinan melakukan pergeseran posisi di lapangan, termasuk menarik gelandang Rosad Setiawan untuk memperkuat lini belakang bila kondisi tim mengharuskannya.

"Jika ada pemain yang cedera atau tidak siap tampil mau tidak mau kita akan melakukan itu," tegas pelatih yang juga memegang gelar di bidang Olahraga dan Pendidikan Fisik dari Universidade Lusofana itu.

Semen Padang FC jelas berada di persimpangan krusial. Di tengah pertarungan zona degradasi, tim Kabau Sirah dihadapkan pada dilema antara tampil menyerang demi tiga poin atau lebih pragmatis demi mengamankan pertahanan di sisa musim. ***