POJOKSATU.id — Anggaran fantastis senilai Rp199,7 miliar yang dikucurkan pemerintah untuk PSSI menuai sorotan, terutama karena dana jumbo ini diklaim sebagai bagian dari strategi besar Indonesia menuju pentas Piala Dunia.
Pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo, menilai besarnya dana tersebut sebagai hal yang wajar, mengingat target jangka panjang yang tengah dibidik oleh federasi dan pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan Timnas U-17 menembus Piala Dunia U-17 2025 serta perjuangan tim senior dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi alasan kuat di balik dukungan finansial ini.
“Wajar kalau pemerintah memberikan perhatian khusus untuk tim nasional Indonesia, apalagi sekarang targetnya jelas: Piala Dunia,” ungkap Kesit saat ditemui di Jakarta, Kamis (14/4/2025).
Sepak bola menempati porsi terbesar dalam alokasi dana olahraga tahun 2025 yang mencapai Rp420,2 miliar.
Di posisi kedua, cabang bulu tangkis mendapat suntikan dana Rp37,6 miliar, terpaut jauh dari angka yang digelontorkan untuk PSSI.
Kesit juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana agar fokus pada program latihan jangka panjang dan agenda uji coba internasional yang berkualitas.
Baginya, menghadapi tim-tim kuat dari luar negeri menjadi modal penting dalam mematangkan mental dan teknik para penggawa Garuda.
“Kalau anggarannya digunakan untuk pemusatan latihan atau uji coba lawan tim internasional, itu akan sangat efektif. Bahkan, kalau perlu, latihannya bisa dilakukan di luar negeri,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa federasi tak hanya mengandalkan kucuran dana pemerintah, melainkan juga menggandeng sponsor swasta hingga total pemasukan hampir menembus Rp450 miliar.
“Yang penting bukan hanya besar anggarannya, tapi juga harus sejalan dengan prestasi timnas itu sendiri,” tegas Erick.
Dengan dua laga krusial di kualifikasi Piala Dunia 2026 yang menanti pada bulan Juni, seluruh mata kini tertuju pada Jay Idzes dan kawan-kawan.
Posisi keempat klasemen sementara dengan 9 poin membuat nasib Garuda benar-benar ditentukan dalam laga hidup-mati tersebut. ***
