POJOKSATU.ID - Ketua Umum PSSI Erick Thohir kembali menegaskan akan menindak tegas wasit yang bermain kotor atau melakukan praktik tidak etis di Liga Indonesia.

Pernyataan Erick Thohir itu menanggapi sorotan publik terhadap keputusan kontroversial wasit di Liga Indonesia.

Terbaru pelatih dan pemain Persija Jakarta, Thomas Doll dan Riko Simanjuntak, melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Aidil Azmi.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola Kamis 28 September: Indonesia vs Uzbekistan

Mereka menilai Macan Kemayoran dirugikan pada laga melawan Bali United pada pekan ke-13 Liga 1 2023/24 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (24/9).

Menanggapi protes tersebut, Erick Thohir berjanji akan menindak tegas wasit kotor di Liga Indonesia.

“Wasit itu juga manusia. Kita sudah dorong wasit itu ada BPJS Kesehatan. Terjamin. Belum pernah ada selama berinvestasi. Pendanaan buat wasit, ya maksudnya secara dia meniup sudah standar yang bagus. Kalau ternyata wasitnya masih kotor, ya kita penjarakan,” tegas Erick pada acara PSSI Partner Summit di kawasan Jakarta, Rabu (27/9).

Baca Juga: Medan Kerap Banjir, Bobby Nasution Berlakukan Larangan Buang Sampah Mulai 2024, Melanggar Didenda Rp10 Juta

Erick mengatakan, pihaknya akan terbuka untuk menindak siapapun yang bermain kotor di sepak bola Indonesia.

Oleh karenanya, pria 53 itu mendorong seluruh pihak untuk bekerja sama membersihkan elemen kotor di sepak bola nasional.

Terlebih kini sudah ada Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola yang beranggotakan Maruarar Sirait, Najwa Shihab, Ardan Adiperdana, dan Akmal Marhali.

Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2023 Terbaru Rabu Malam: Indonesia Tambah 3 Medali, Begini Posisinya

“Jangan saling tuduh-tuduh, tetapi nggak ada bukti. Buktiin. Sekarang kita sudah punya Satgas Mafia Bola. Mereka bisa punya hotline sekarang,” jelasnya.

“Saya pun siap dipanggil sama satgas kalau ada kecurangan saya. Artinya apa? Sekarang publik diberi akses. Jadi kalau tadi media ada laporan, laporin ke satgas. Apalagi kita sudah bekerja sama, satgas ini dengan pihak polisi,” pungkas Erick Thohir.

Pernyataan Erick Thohir ini tidak jauh berbeda ketika awal menjadi Ketua Umum PSSI janji menghadirkan wasit berkualitas di Liga 1 dan 2 Indonesia.

Konsep menghadirkan wasit berkualitas memang tampak sangag ciamik. Terutama dalam proses seleksi wasit yang melibatkan Jepang.

Baca Juga: Profil Muhammad Sejahtera Dwi Putra, Peraih Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2022, Penantian 72 Tahun

Dari seleksi itu dihasilkan 18 wasit yang dinilai layak memimpin kompetisi Liga 1 dan 2.

Namun pada kenyataannya, kinerja wasit terpilih ala PSSI itu jauh dari kata memuaskan.

Bahkan sejak pekan-pekan awal Liga 1 musim ini, para sejumlah wasit Liga 1 sudah banyak membuat keputusan kontroversial.

Fakta itu sangat kontradiktif dengan pernyataan Erick Thohir yang berjanji memperbaiki kinerja wasit melalui seleksi yang ketat itu.

Baca Juga: Beckham Batal Susul Sananta, Begini Prakiraan Formasi Indonesia lawan Uzbekistan di 16 besar Asian Games

Bahkan pada awal Liga 1 musim ini, pengamat sepak bola Binder Singh memang sudah mencurigai ada praktik kotor di balik kinerja wasit yang sangat buruk.

Kini setelah pekan ke-13 kinerja wasit yang tak kunjung berubah itu kembali menuai protes dan entah sampai kapan, Erick Thohir terus memberikan lip service atau janji manis untuk memperbaiki sepak bola Indonesia.***