POJOKSATU.id, KARAWANG - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0621/Kabupaten Bogor resmi berakhir dengan capaian pembangunan mencapai 100 persen. Program strategis tersebut menjadi bukti nyata komitmen TNI bersama pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat kemanunggalan bersama masyarakat.
Pelaksanaan TMMD Ke-128 dipusatkan di wilayah pegunungan terpencil tepatnya di Desa Banyuasih dan Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Medan yang terjal dan sulit dijangkau tidak menyurutkan semangat prajurit TNI bersama masyarakat untuk menyelesaikan seluruh target pembangunan.
Salah satu capaian terbesar dalam program tersebut adalah rampungnya pembangunan jalan sepanjang 5,2 kilometer yang kini menjadi akses vital bagi masyarakat setempat. Jalan tersebut diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi warga, memudahkan akses pendidikan, hingga memperlancar pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan.
Komandan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto mengatakan TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat.
Baca Juga: DKPP Kota Bogor Bakal Buat Koperasi Ketahanan Pangan Sebagai Ikon Baru
Menurutnya, semangat TMMD sejalan dengan motto “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” yang menitikberatkan pembangunan dari wilayah paling dasar demi mewujudkan pemerataan pembangunan nasional.
“Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Inf. Rizal Dwijayanto saat penutupan TMMD Ke-128, Kamis (21/5/2026).
Perwira jebolan Kopassus tersebut menjelaskan berbagai program pendampingan sosial juga dijalankan selama pelaksanaan TMMD. Mulai dari uji coba pemberian makanan bergizi gratis, penyuluhan kesehatan, pendidikan, bahaya narkoba, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Selain itu, kegiatan penghijauan juga dilakukan melalui penanaman 1.000 pohon yang terdiri dari tanaman jagung untuk ketahanan pangan serta pohon keras guna mencegah erosi di wilayah perbukitan Cigudeg.
Baca Juga: Danrem 064 Resmi Tutup TMMD ke-128 di Cilegon, Seluruh Program Rampung 100 Persen
“Kami ingin memastikan apa yang dibangun tidak hanya berupa infrastruktur, tetapi juga membentuk mentalitas dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.
Dalam penutupan TMMD Ke-128, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Polres Bogor, seluruh jajaran Kodim 0621, serta masyarakat yang terlibat aktif dalam menyukseskan program tersebut.
Ia menyebut keberhasilan pembangunan jalan di medan pegunungan Cigudeg merupakan simbol kuat sinergi antara TNI dan rakyat.
“Hari ini kita menyaksikan transformasi nyata di tanah Cigudeg. Tuntasnya TMMD bukan sekadar keberhasilan membangun jalan 5,2 kilometer, tetapi keberhasilan merajut kembali semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa,” ungkapnya.
Menurutnya, akses jalan yang kini menghubungkan Desa Banyuasih dan Desa Tegalega akan menjadi urat nadi baru bagi masyarakat. Jalan tersebut sebelumnya menjadi hambatan bagi aktivitas warga karena kondisi medan yang sulit dilalui.
Kini, keberadaan jalan baru diyakini mampu membuka isolasi wilayah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Dulu akses ini menjadi penghambat mimpi warga, sekarang menjadi jalan pengabdian yang membuka masa depan,” katanya.
Tak hanya pembangunan jalan, program TMMD juga mencakup pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), fasilitas ibadah, sarana air bersih, hingga berbagai fasilitas umum lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga: Satgas TMMD Kodim 0623 Cilegon dan Warga Mekarsari Pererat Kebersamaan Lewat Olahraga Voli
Seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar. Semangat kebersamaan itulah yang disebut menjadi kekuatan utama keberhasilan TMMD Ke-128.
“Ketika TNI dan rakyat manunggal, tantangan seberat apa pun dapat ditaklukkan,” tegas Letkol Inf. Rizal.
Ia juga menitipkan pesan kepada masyarakat agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dirawat bersama demi keberlanjutan manfaat jangka panjang.
Baca Juga: Pertamina IT Balongan Ajak Warga Lebih Peduli Deteksi Dini Kesehatan Keluarga
Menurutnya, setiap pembangunan yang dilakukan melalui TMMD harus menjadi pondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.
Program TMMD Ke-128 secara administratif memang telah selesai, namun pengabdian TNI kepada rakyat dipastikan tidak akan pernah berhenti. Kodim 0621 Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan.
Keberhasilan TMMD Ke-128 juga dinilai menjadi bukti nyata kuatnya sinergitas antara TNI dan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan desa sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Melalui kolaborasi tersebut, peran TNI tidak hanya terbatas pada pertahanan dan keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. ***

