POJOKSATU.id - Kabar perbaikan Jalan Malasari, Kabupaten Bogor, akhirnya menjadi perhatian publik pada 2026.

Jalan yang dikenal rusak parah dan terisolasi selama puluhan tahun ini disebut mulai diperbaiki dan dicor secara bertahap, setelah nyaris 80 tahun mangkrak tanpa pembangunan berarti.

Kondisi ini menjadikan Jalan Malasari sebagai salah satu ruas jalan terlama yang minim sentuhan infrastruktur di wilayah Bogor Selatan.

Jalan Malasari berada di kawasan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Selama bertahun-tahun, akses ini menjadi keluhan utama warga karena sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Baca Juga: Jangan Salah Beli! Kenali 3 Brand Emas Resmi BUMN untuk Investasi Jangka Panjang

Mangkrak Sejak Puluhan Tahun

Berdasarkan catatan sejarah lokal dan kesaksian warga, Jalan Malasari sudah ada sejak era kolonial Belanda.

Namun, setelah Indonesia merdeka, jalan tersebut tidak pernah mendapatkan peningkatan signifikan.

Selama puluhan tahun, kondisi jalan didominasi tanah, bebatuan, dan lumpur, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.

Warga menyebutkan bahwa saat hujan turun, akses bisa terputus total. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat sekitar.

Mulai Diperbaiki Bertahap pada 2026

Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah akhirnya mulai merealisasikan perbaikan Jalan Malasari.

Baca Juga: Ada Apa Ya? Heboh Pertemuan Misterius Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Begini Penjelasannya!

Proses perbaikan dilakukan secara bertahap, dengan metode pengecoran beton di titik-titik yang dinilai paling kritis.

Langkah ini diambil agar jalan lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan kontur tanah perbukitan.

Meski belum seluruh ruas tertangani, pengecoran awal menjadi sinyal kuat bahwa proyek ini benar-benar berjalan, bukan sekadar wacana seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Daftar Harga Gas LPG 2026 Terbaru! Mulai LPG 3 Kg Hingga Bright Gas Non-Subsidi, Ini Tempat Beli Termurah!

Akses Vital Warga dan Wisata

Jalan Malasari bukan sekadar jalur penghubung antar-desa. Jalan ini merupakan akses vital bagi warga menuju pusat kecamatan, fasilitas kesehatan, sekolah, serta jalur menuju kawasan wisata alam Gunung Halimun Salak.

Selama ini, potensi wisata terhambat karena buruknya akses jalan.

Dengan mulai diperbaikinya jalan pada 2026, pemerintah berharap mobilitas warga meningkat dan sektor ekonomi lokal, termasuk pariwisata, bisa tumbuh lebih cepat.

Perjuangan Panjang Warga

Baca Juga: Nah Loh Purbaya Udah Sikat 70 Pegawai Pajak 'Bandel' Mutasi Ketempat yang Lebih Sepi! Lainnya Siap-siap Kena Juga!

Perbaikan Jalan Malasari tidak terjadi secara instan. Selama bertahun-tahun, warga dan tokoh masyarakat setempat terus menyuarakan aspirasi kepada pemerintah.

Keluhan disampaikan melalui musyawarah desa, media sosial, hingga pemberitaan media.

Bagi warga, perbaikan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi simbol kehadiran negara setelah puluhan tahun merasa terabaikan.

Pembangunan Masih Bertahap

Meski mulai dicor, pemerintah mengakui bahwa pembangunan Jalan Malasari masih dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran dan kondisi medan.

Kontur perbukitan, kawasan hutan lindung, serta cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan.

Namun, pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan peningkatan jalan hingga dapat dilalui dengan aman sepanjang tahun.

Harapan Warga ke Depan

Warga Desa Malasari berharap perbaikan jalan tidak berhenti di tahap awal saja.

Baca Juga: CPNS Jalur Cumlaude Disebut Lebih Mudah Lolos, Benarkah? Begini Faktanya

Mereka ingin Jalan Malasari benar-benar layak dan menjadi penghubung utama yang membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan secara merata.

Perbaikan di 2026 menjadi momentum penting, menandai berakhirnya penantian panjang selama hampir 80 tahun.***