POJOKSATU.ID – Di Kampung Pilar, Leuwisadeng, berdiri situs sejarah yang sering luput dari perhatian, namun menyimpan kisah kolonial yang kuat.

Mausoleum Van Motman, bangunan tua yang merupakan makam keluarga tuan tanah Belanda yang pernah berpengaruh besar di wilayah Bogor pada masa kolonial.

Mausoleum yang kini dikelilingi permukiman warga tersebut dibangun dengan arsitektur khas era kolonial.

Baca Juga: Ada PERBEDAAN Pandangan Warga Sekolah tentang PENDIDIKAN NILAI, Simak SOAL dan JAWABAN Cerita Reflektif Modul 3 Topik 2 PPG Guru Tertentu 2025

Dinding setebal sekitar 80 sentimeter membungkus kompleks utama, seakan menjadi batas antara masa kini dan masa lalu.

Di sekelilingnya berdiri 12 pilar nisan yang menandai makam anggota keluarga Van Motman.

Memasuki bangunan utamanya, pengunjung akan menemukan denah yang menyerupai simbol salib, yang terinspirasi dari Katedral Santo Petrus di Vatikan.

Baca Juga: Hore! Ratusan ASN Majalengka Dapat SK Kenaikan Pangkat Serentak, Angkanya Bikin Kaget

Sisa-sisa ornamen art nouveau masih terlihat jelas di dalam bangunan, seperti potongan waktu yang membeku.

Meskipun marmer dan nisan tampak rusak atau hilang, detail arsitekturalnya tetap memancarkan aura kolonial yang sulit ditemukan di tempat lain.

Keluarga Van Motman bukan keluarga sembarangan.

Baca Juga: Mengenal Jurusan Desain Grafis, Ini Mata Kuliah, Prospek Kerja, hingga Kampusnya, Tak Bakal Kalah di Era AI

Gerit Willem Casimir Van Motman, tokoh utama keluarga, dikenal sebagai tuan tanah pada masa kolonial.

Wilayah kekuasaannya pernah meliputi Dramaga, Ciampea, hingga Jasinga, mencerminkan betapa luas pengaruh mereka pada masa itu.

Dahulu, empat jenazah keluarga yang diawetkan dalam peti kaca pernah tersimpan di dalam mausoleum tersebut sebelum akhirnya tak lagi ditemukan.

Keunikan situs ini semakin terasa karena letaknya yang berada tepat di tengah pemukiman warga.

Tanpa papan penanda, tidak sedikit orang yang lalu lalang tanpa menyadari bahwa mereka berada di atas salah satu fragmen sejarah besar Bogor.

Kini, ada kabar baik bagi pelestarian sejarah lokal.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, berencana melakukan pemugaran dan revitalisasi Mausoleum Van Motman.

Baca Juga: Kapan Cair? Tambahan 100 Persen TPG THR dan Gaji 13 Dipastikan Mengalir Bertahap Mulai Desember

Langkah ini diharapkan bisa menghidupkan kembali nilai sejarah yang terkandung di dalamnya serta menjadikannya ruang edukasi bagi masyarakat.

Mausoleum Van Motman bukan sekadar kompleks makam, ia adalah jejak kolonialisme, dinamika sosial ekonomi, dan persentuhan budaya antara Belanda dan Bogor.

Situs ini menjadi pengingat bahwa masa lalu selalu menyimpan kisah-kisah istimewa yang patut dijaga dan dikenali oleh generasi hari ini.***