POJOKSATU.id — Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan tidak hanya menyiapkan harta untuk bersedekah, tetapi juga memperkuat kesiapan mental dan spiritual.

Karenanya, menyambut datangnya Ramadhan, Majlis Ta lim Al Basriyah dan Majlis Ta lim Muslimat Al Basriyah menggelar acara Penutupan Pengajian Sementara sekaligus Haul Ke-32 Almarhum Mama Kiyai H Muhamad Basri Bin Kiyai H Abdurahman Kadaung.

Acara yang berlangsung pada Minggu (16/2/2025) ini, digelar di Pondok Pesantren Al Basriyah Dago, Parung Panjang, Kabupaten Bogor .

Ribuan jamaah hadir, termasuk Majlis Ta'lim Al Basriyah, Majlis Ta'lim Muslimat Al Basriyah, Pengurus dan simpatisan Grib Jaya, Pengurus Banser, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

K. H. Muhamad Basri, yang juga merupakan Ketua Umum Majlis Ta'lim Al Basriyah dan Majlis Ta'lim Muslimat Al Basriyah, dikenal sebagai salah satu ulama besar di Jawa Barat.

Baca Juga: Bayar Utang Puasa Qadha Ramadhan Setelah Nisfu Sya'ban, Apakah Boleh?

Kiai besar ini berasal dari Kampung Kadaung, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Saat ini, pesantren tersebut berada di bawah kepemimpinan putranya, Drs. K.H. Taqiyudin Basri.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY), Kiyai Ibnu Muhamad Basri yang merupakan cucu dari K. H. Muhamad Basri, Camat Parung Panjang, serta Kepala Desa Dago, Kecamatan Parung Panjang.

“Kegiatan haul ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ketaatan kita kepada agama Allah,” pesan Rahmat Yasin.

Dalam tradisi pesantren, kegiatan ini dikenal sebagai Tawaquf.

Secara etimologi, tawaquf berasal dari kata waqofa yang berarti berhenti, yaitu penutupan sementara pengajian yang biasanya dilakukan pada bulan Sya’ban.

Tujuan dari tawaqufan ini adalah memberikan kesempatan bagi jamaah untuk lebih leluasa dalam beribadah tanpa batasan waktu dan tempat menjelang Ramadhan.

“Kita ini satu dalam kesamaan menjaga ukhuwah Islamiah serta selalu mempererat silaturahmi sesama Muslim dan menjaga NKRI,” ujar K. H. Taqiyudin Basri dalam pesannya kepada jamaah yang hadir.

Baca Juga: Begini Tips Bagi Kamu yang Ingin Bangun Pagi untuk Sahur di Bulan Ramadhan Agar Terbiasa!

Acara ini juga menarik perhatian publik karena kehadiran Ketua Umum Grib Jaya, H. Hercules Rosario Marshal, yang merupakan sahabat dekat dari Drs. K.H. Taqiyudin Basri.

Beberapa tokoh ulama juga turut hadir, seperti K. H. Saripudin, Pimpinan Ponpes Nurul Falah Lebak Banten, K. H. Ahmad Tobari Satiri, yang merupakan Ulama Ahli Falak sekaligus Ketua Jatman Provinsi Banten, serta Prof. Dr. Atif Bintoro, seorang pakar pesawat terbang.

Hadir pula tokoh Muhammadiyah sekaligus Direktur Bank LPK Parung Panjang, Bapak Robi, dan Ketua Forum Pondok Pesantren Jawa-Banten, Prof. Dr. K. H. Komarudin.

Dalam sambutannya, Hercules mengajak jamaah Al Basriyah untuk menjaga persatuan serta mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga mengundang seluruh hadirin untuk hadir dalam pengajian yatim yang rutin ia selenggarakan di kediamannya setiap malam Jumat yang sudah dilakukannya selama 17 tahun ini.

“Saya mengajak semua untuk terus menjaga ukhuwah dan tidak melupakan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Hercules.

Baca Juga: Kapan Tanggal Awal Puasa Ramadhan 1446 H Tahun 2025? Kapan Penentuannya?

Selain itu, acara ini juga menghadirkan penceramah ternama, Dr. K. H. Imaddudin Utsman Al Bantani, yang memberikan tausiah kepada jamaah.

Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat dan bekerja sama dengan pemerintah terutama dalam upaya ketahanan pangan.

Acara ini berlangsung sukses berkat kepanitiaan yang diketuai oleh Ust. Tamim, serta panitia pelaksana seperti Ust. Mohamad Najib dan Ust. Mohammad Tohir.

Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada para ketua kelompok dari berbagai wilayah, kecamatan, serta kabupaten Bogor dan Tangerang yang telah berpartisipasi.

Berkat kerja sama semua pihak, acara ini berlangsung dengan sukses dan lancar tanpa hambatan. ***