POJOKSATU.id - Uang kertas pecahan Rp50 ribu Tahun Emisi (TE) 2022 milik Indonesia berhasil masuk jajaran mata uang paling aman di dunia versi BestBrokers.
Bank Indonesia mengungkap pecahan Rp50 ribu tersebut bahkan menempati posisi kedua dunia sebagai uang dengan sistem keamanan terbaik berkat teknologi anti pemalsuan yang sangat canggih.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali, mengatakan uang Rp50 ribu TE 2022 dibekali 17 unsur pengaman yang membuatnya sangat sulit dipalsukan.
Hal itu disampaikan Ricky dalam acara Press Statement Penguatan Sinergi Pemberantasan Rupiah Palsu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga: Kapan SKTP TPG Mei 2026 Diterbitkan? Kemendikdasmen Beri Bocoran!
Menurut Ricky, pengakuan internasional tersebut menjadi bukti bahwa kualitas uang rupiah terus mengalami peningkatan dari sisi teknologi hingga material pencetakannya.
Ia mengatakan uang pecahan Rp50 ribu TE 2022 meraih peringkat kedua dunia dalam kategori mata uang teraman dengan 17 unsur pengaman canggih.
BI menilai penguatan kualitas rupiah juga berdampak positif terhadap penurunan kasus peredaran uang palsu di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah temuan uang rupiah palsu mengalami penurunan dari 5 piece per million (ppm) pada 2023 menjadi 4 ppm sepanjang 2024 hingga 2025.
Artinya, dari setiap satu juta lembar uang yang beredar, hanya ditemukan sekitar empat lembar uang palsu.
Baca Juga: Bangga Dampingi Ashanty Raih Gelar Doktor, Anang Hermansyah Rela Menunggu demi Wisuda Bareng Istri
Ricky menjelaskan capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama lintas lembaga yang tergabung dalam Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu atau Botasupal.
Lembaga tersebut terdiri dari Bank Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, hingga Kementerian Keuangan.
Selain memperkuat pengamanan uang, BI juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat lewat kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Melalui kampanye tersebut, masyarakat diajak mengenali ciri keaslian uang rupiah dengan metode 3D yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
"Berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D," ujar Ricky.
Dalam kesempatan yang sama, BI bersama Polri dan unsur Botasupal juga melakukan pemusnahan uang rupiah palsu hasil temuan sepanjang 2017 hingga November 2025.
Total uang palsu yang dimusnahkan mencapai 466.535 lembar dari berbagai pecahan.
Temuan tersebut berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), hingga hasil penyetoran bank ke Bank Indonesia di seluruh Indonesia.
"Pemusnahan dilakukan di Bank Indonesia menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang," jelas Ricky.
Ia memastikan seluruh proses pemusnahan dilakukan sesuai prosedur ketat agar uang palsu tersebut tidak dapat digunakan kembali.
Keberhasilan rupiah masuk jajaran mata uang paling aman dunia menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.
Di tengah perkembangan teknologi pemalsuan yang semakin canggih, penguatan keamanan rupiah menjadi simbol penting menjaga kepercayaan publik terhadap mata uang nasional.***


