POJOKSATU.id - Penyanyi Ashanty sukses menuntaskan pendidikan S3 di Universitas Airlangga (Unair) dan meraih gelar Doktor.

Ashanty berhasil menyelesaikan S3 dengan lulus Sidang Terbuka pada Kamis, 14 Mei 2026 di tengah kesibukannya sebagai artis juga ibu serta istri.

"Selamat dan sukses atas pencapaian akademik yang inspiratif. Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga mengucapkan selamat kepada Dr. Ashanti Hastuti, S.Sos., M.M. atas keberhasilannya meraih gelar Doktor dengan predikat Sangat Memuaskan," demikian pengumuman Pascasarjana Unair di Instagram.

Baca Juga: Xi Jinping Bawa Trump ke Bekas Taman Kekaisaran China, Berisi Pohon Berusia Ratusan Tahun

Unair menjelaskan, Ashanty mengangkat penelitian "Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia".

"Capaian ini menjadi kontribusi penting dalam memahami dinamika perubahan teknologi dan adaptasi lintas generasi di era digital," sambung pihak kampus.

Disebutkan, melalui penelitian ini, Ashanty menghadirkan perspektif, bahwa pendidikan dan kreativitas dapat berjalan beriringan untuk membangun masa depan industri kreatif yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

Baca Juga: Razia Blok Hunian, Lapas Cipinang Serahkan Barang Bukti ke Bareskrim Polri

Ashanty tidak hanya meraih gelar Doktor dengan predikat Sangat Memuaskan, tetapi juga meluncurkan buku “Irama dan Rasa: Bertahan, Berubah, dan Tetap Bermakna di Era Digital” sebagai kontribusi nyata bagi dunia kreatif Indonesia.

Melalui risetnya, Ashanty menyoroti bahwa di era digital, seniman tidak hanya dituntut untuk berkarya, tetapi juga terus relevan di tengah arus algoritma yang bergerak tanpa henti.

"Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan identitas, rasa, dan kejujuran dalam berkarya. Unair berharap ilmu dan dedikasi yang diraih Ashanty dapat terus memberikan inspirasi, memperkuat inovasi industri kreatif," jelas Unair.

"Dan, perjuangan akademik adalah perjalanan yang dibangun dengan dukungan, ketekunan, dan keyakinan," sambung Unair.

Baca Juga: Dua Begal Penembak Brigadir Arya Didorr, Satu Tewas, Ini Kronologi Penangkapan Usai Buron Seminggu

Selain itu, Unair menekankan, keberhasilan Ashanty meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol penting tentang semangat belajar sepanjang hayat.

Pihak kampus juga menyinggung peran dan dukungan Anang Hermansyah, yang sangat besar memotivasi Ashanty untuk bisa menyelesaikan S3.

"Belajar tidak mengenal batas usia maupun profesi—karena ilmu adalah investasi terbaik untuk masa depan dan generasi berikutnya," tutup Pascasarjana Unair.

Ashanty di laman Instagram-nya mengungkapn rasa syukur telah melewati Sidang Terbuka.

"Alhamdulillah, Sidang Terbuka telah terlewati. Dari rahim perjalanan panjang ini, lahirlah Irama Rasa—sebuah temuan yang terasa sangat berarti jika hanya saya simpan sendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Puasa Arafah 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Di Sidang Terbuka, Ashanty menuturkan dirinya mempresentasikan novelty atau temuan kebaruan dari penelitian mengenai strategi adaptasi penyanyi di era digital.

"Saya sadar, gagasan ini terlalu berharga jika hanya tersimpan di perpustakaan kampus. Karena itu, saya menuliskannya menjadi sebuah buku," bebernya.

"Semoga karya ini nantinya dapat menjadi inspirasi, referensi, dan mengalir menjadi literasi. Bismillah untuk langkah yang baru," pungkas Ashanty. ***