POJOKSATU.id — Pegadaian Kantor Wilayah X Jawa Barat terus mengembangkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan beragam inisiatif yang menyentuh aspek lingkungan, pendidikan, dan tata kelola.
Salah satu program unggulannya adalah pengembangan bank sampah yang telah dimulai sejak 2017.
Kepala Bagian TJSL Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Hikmat Darajat, menuturkan bahwa program TJSL terklasifikasi dalam tiga fokus besar. "Yang pertama lingkungan, lalu pendidikan dan juga tata kelola," ujarnya.
Untuk aspek lingkungan, Pegadaian telah menjalankan program bank sampah, penanaman pohon, hingga konservasi vegetasi laut dan terumbu karang.
Program bank sampah itu bahkan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan dimulai di Pangandaran, Jawa Barat, yang turut diresmikan oleh mantan Gubernur Ridwan Kamil.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Bank Emas Pegadaian, BRI Group Optimis Dorong Ekonomi dan Inklusi Keuangan
"Kami berkomitmen setiap cabang memiliki minimal satu bank sampah binaan," lanjut Hikmat.
Meski tidak memasang target jumlah, namun keberadaan bank sampah ini diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan volume sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), seperti kasus yang sempat terjadi di TPS Sari Mulya Bandung.
Dari sisi edukasi, Pegadaian juga mengembangkan program Gencarkan, yaitu Gerakan Cerdas Keuangan, yang menyasar masyarakat agar terhindar dari praktik pinjaman ilegal.
"Semangat utama literasi keuangan ini agar masyarakat bisa mengakses permodalan yang legal, tidak terlibat pinjol atau rentenir," jelas Hikmat.
Program Gencarkan, adalah akronim dari Gerakan Nasional Cerdas Keuamgan, yang sebenarnya merupakan program yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, termasuk UMKM, mahasiswa, nelayan, dan petani.
Ridwanul Fadli, Staf TJSL Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, menambahkan Jawa Barat memiliki titik prioritas di Cianjur, Banjar, dan Tasikmalaya.
"Kami berupaya agar seluruh daerah dapat merasakan manfaat program ini secara bertahap," ujarnya.
Program Gencarkan sendiri merupakan inisiatif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kemudian dilaksanakan oleh Pegadaian secara terintegrasi berdasarkan wilayah prioritas. Tahun ini, wilayah Cianjur, Banjar, dan Tasikmalaya menjadi titik fokus pelaksanaan.
Staf TJSL Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Ridwanul Fadli, menambahkan bahwa sasaran dari program ini cukup luas.
"Bisa untuk UMKM, mahasiswa, nelayan, dan petani. Bahkan sekolah juga bisa terlibat karena ada kaitannya dengan tabungan emas," terangnya.
Program tabungan emas ini menjadi nilai tambah dari kegiatan bank sampah. Sampah yang disetor oleh masyarakat akan dikonversikan menjadi saldo tabungan emas tanpa sistem bagi hasil.
"Semua pihak diuntungkan, nasabah dapat saldo, pengurus bank sampah dapat fee sebagai agen, dan kita bantu edukasi," tambah Hikmat.
Hingga kini, konversi sampah menjadi tabungan emas telah menunjukkan hasil yang signifikan.
Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Naikkan Kelas UMKM, PT Pegadaian Ajak Suporter PSMS Kelola Sampah Jadi Emas
"Sudah terkumpul 300 gram emas dari hasil program ini. Artinya sudah banyak sampah yang berhasil kita kurangi dari TPS."
Selain itu, Pegadaian juga terus memperluas fasilitas edukasi melalui Creative Lounge yang akan dibangun di beberapa universitas, seperti sebelumnya telah dilakukan di ITB dan GoSpot.
Program TJSL ini menjadi bentuk komitmen nyata Pegadaian untuk berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan, dengan melibatkan langsung masyarakat melalui pendekatan edukatif, sosial, dan lingkungan. ***


