POJOKSATU.id - Keluarga Muhammad Rizky (19), remaja yang menjadi salah satu korban tewas setelah melompat ke Kali Bekasi, mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tragis ini.

Mereka berharap tidak ada kebingungan lebih lanjut mengenai penyebab kematian Rizky dan enam remaja lainnya yang juga ditemukan meninggal.

"Saya sebagai keluarga mengharapkan, tolonglah diselesaikan masalah ini," ujar Nissin, salah satu anggota keluarga Rizky, di rumah duka di Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (24/9/2024) malam.

Nissin berharap pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan yang jelas mengenai insiden yang menimpa Rizky dan para remaja lainnya.

Baca Juga: Polisi Pastikan 7 Jenazah Remaja yang Ditemukan di Kali Bekasi Akan Dilakukan Identifikasi Secara Profesional

Nissin menjelaskan bahwa Rizky tinggal bersama kakeknya setelah kedua orangtuanya meninggal dunia sejak lama. "Ya, karena memang orangtuanya sudah meninggal, jadi tinggal sama engkongnya," tambahnya.

Rizky dikenal sebagai sosok remaja yang ramah dan aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar. "Emang rajin (bakti sosial) anaknya, rajin. Jadi sama orangtua nurut, gitu," kenang Nissin.

Sementara itu, sembilan anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota yang sebelumnya menjalani pemeriksaan di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya terkait penemuan tujuh jenazah di Kali Bekasi, telah kembali bertugas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan terkait standar operasional prosedur (SOP) telah dilakukan. "Sudah (kembali bertugas). Kami sudah melakukan pengecekan SOP," ujar Ade Ary pada Rabu (25/9/2024).

Baca Juga: Saat Ditemukan, 7 Jenazah Remaja Mengambang di Kali Bekasi, Begini Kesaksian Warga Saat Pertama Diberitahu Oleh Komunitas Kucing Angora

Namun, hasil dari pemeriksaan terhadap sembilan anggota polisi tersebut belum diungkapkan secara mendetail. "Mohon waktu. Komitmen Polda Metro Jaya akan menangani tiga hal tadi ini secara tuntas, secara proporsional, sesuai dengan SOP yang berlaku," tegasnya.

Selain pemeriksaan terhadap sembilan anggota polisi, enam warga sipil juga diperiksa sebagai saksi. "Saksi diperiksa enam orang," jelas Kombes Ade Ary. Keenam saksi tersebut merupakan bagian dari 22 orang yang diamankan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota dalam patroli terkait dugaan tawuran.

Peristiwa penemuan mayat ini bermula ketika tim patroli Perintis Presisi mendeteksi adanya sekelompok remaja yang tengah melakukan siaran langsung di Instagram, diduga akan melakukan aksi tawuran.

"Tim Perintis Presisi melihat ada yang live di Instagram sedang berkumpul, diduga akan tawuran. Tim patroli pun langsung menuju lokasi," ungkap Kombes Ade Ary di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/9).

Baca Juga: Penemuan 7 Jenazah di Kali Bekasi, Soal Menceburkan Diri, Polisi Patroli Tidak Salah, 15 Orang Sudah Ditetapkan Tersangka

Saat tiba di lokasi, polisi mendapati sekitar 60 remaja dengan 30 sepeda motor. Ketika menyadari kehadiran polisi, mereka segera melarikan diri, termasuk beberapa di antaranya yang mencoba kabur dengan menceburkan diri ke kali.

Polisi berhasil menyelamatkan empat remaja, namun naasnya, tujuh lainnya tidak bisa diselamatkan dan ditemukan tewas keesokan harinya, mengambang di Kali Bekasi dekat Masjid Al Ikhlas Perumahan Pondok Gede Permai, Minggu pagi (22/9) sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Polisi Identifikasi 7 JENAZAH REMAJA yang Ditemukan di KALI BEKASI, Dua Identitas Mulai TERUNGKAP, Warga Kehilangan Anggota Keluarga SEGERA MELAPOR

Identifikasi terhadap dua korban telah dilakukan oleh Pusdokkes Polri. "Korban pertama adalah Muhammad Rizky, 19 tahun, warga Kampung Bojong Menteng, Bekasi, sedangkan korban kedua adalah Ahmad Davi, 16 tahun, warga Bantar Gebang," ungkap Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan dari Pusdokkes Polri.

Polisi juga mengamankan 22 remaja lainnya, 6 senjata tajam, serta 30 unit sepeda motor terkait dengan kejadian tersebut. Tiga remaja dari kelompok ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tawuran. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.