POJOKSATU.id, BEKASI-- Bocah 12 tahun yang merupakan siswa SDN 09 Jatimulya, Bekasi, sudah lama menjadi sasaran bullying atau perundungan rekan-rekannya di sekolah.

 Bocah di Bekasi bernama Fatir Arya Adinata yang masih berusia 12 tahun ini harus diamputasi kakinya karena menjadi korban perundungan atau bullying kawannya.

Berdasarkan informasi yang diterima Pojokbekasicom, bahwa perundungan yang dialami korban sudah terjadi sejak Februari 2023.

Baca Juga: Puluhan Teroris Berencana Gagalkan Pemilu 2024, Ada yang Bilang Demokrasi Langgar Hukum Allah

Orangtua Fatir, Diana Novita, menerangkan, bahwa perundungan tersebut dilakukan oleh rekan-rekan di sekolahnya.

Diana mengatakan, saat itu anaknya sedang berjalan ingin ke kantin dan tiba-tiba temennya menyelengkat atau ditendang dari arah belakang.

Sehingga korban, terjatuh dengan kondisi luka di bagian tangan dan memar pada dengkul kaki.

"Temen-temennya bukan menolong tapi justru menertawakan dan mengolok-olok. Anak saya juga diancam agar tidak melaporkan ke guru serta orangtuanya," ucap Diana, kepada awak media, Selasa 31 Oktober 2023.

Baca Juga: Hasil Identifikasi Samuel Pelaku Penganiaya Dokter Gigi di Bandung, Ternyata Senjatanya Tak Berizin

Aksi bullying yang dilakukan oleh temen-temen terus berlanjut hingga hari-hari berikutnya. Orangtuanya baru mengetahui aksi kekerasan serta bullying ketika sang anak tidak bisa bangun dari tempat tidurnya karena sakit di bagian kakinya.

"Awalnya anak saya tidak mau cerita, namun karena dipaksa akhirnya anak saya cerita aksi bullying yang dilakukan temen-temennya," tutur dia.

Dia mengaku, sudah melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dan juga keluarga pelaku. Akan tetapi, aksi bullying tersebut dianggap hanya bagian dari bercanda antar temen.

“Saya sangat kecewa dengan kondisi anak saya yang sedang sakit dan harus terus menjalani pengobatan tapi dianggap bukan sesuatu yang buruk,” jelasnya.

“Aksi bullying yang dilakukan teman-temannya di kelas juga dianggap hanya sebuah bercandaan,” jelas Diana.

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Muncul di Kota Bandung, Pemkot Imbau Masyarakat Perhatikan Ini

Karena aksi bullying yang didapatkan anaknya tersebut, Diana menjelaskan sang anak harus menjalani amputasi pada bagian kakinya.

Dokter di RS Dharmais memutuskan melakukan tindakan operasi amputasi karena kondisi kaki Fatir yang dalam observasi terakhir didiagnosis kanker tulang. Hasil pemeriksaan sebelumnya di RS Hermina, diagnosis berupa infeksi bagian dalam.

Upaya mencari second opinion sebelum dilakukan tindakan operasi ke sejumlah RS lain seperti RS Pondok Indah dan RS Cipto Mangunkusumo juga telah dilakukan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Mengutuk Serangan di Gaza, Fiersa Besari Heran Kalau Ada yang Masih Bingung Memihak Kemana

Lantaran kondisi kaki Fatir yang terus memburuk tindakan amputasi harus dilakukan dan dirujuk ke RS Dharmais.

"Dokter mendiagnosisnya mengalami kanker tulang dan harus dilakukan tindakan amputasi pada bagian kaki kirinya," tutur dia.

Aksi bullying yang didapatkan oleh korban, kini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Metro Bekasi dengan nomer Laporan Kepolisian LP/B/1045/IV/2023/SPKT/Polres Metro Bekasi/ Polda Metro Jaya, pada 17 April 2023.

"Laporan ini karena saya tidak mendapatkan keadilan dan jalan keluar dari pihak sekolah maupun keluarga pelaku atas aksi bullying dan dampaknya yang sedang dialami anak saya,” tutup Diana.***