POJOKSATU.id - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Serang menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemberdayaan perempuan dengan menyasar kelompok rentan di balik jeruji besi.

Melalui program kemandirian ekonomi, GOW menyentuh langsung kehidupan warga binaan wanita di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang.

Sebanyak 29 warga binaan perempuan menjadi sasaran utama program tersebut.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA BCA 2025! Relationship Officer Program Dibuka untuk Lulusan S1 dan S2

Kegiatan ini dikemas dalam kunjungan khusus memperingati Hari Ibu ke-97, yang dipimpin langsung Ketua GOW Kota Serang, Arfina Rustandi.

Dalam kunjungannya, Arfina menggandeng organisasi perempuan Aisyiyah untuk memberikan dukungan konkret.

Bentuknya berupa pelatihan keterampilan produktif hingga penyerahan bibit tanaman yang diharapkan bisa menjadi bekal usaha di kemudian hari.

Baca Juga: Lowongan Kerja Kedubes AS Dibuka hingga April 2026, Tersedia 40 Posisi Keamanan

Arfina menegaskan, program ini dirancang agar para warga binaan tetap memiliki harapan dan kepercayaan diri.

Menurutnya, masa pembinaan seharusnya menjadi ruang untuk tumbuh, bukan sekadar menjalani hukuman.

“Kami ingin ibu-ibu di sini merasa ditemani. Mereka tetap perempuan hebat yang punya potensi untuk bangkit dan mandiri,” kata Arfina saat kegiatan berlangsung di Aula Rutan Serang, Kamis (18/12/2025), dikutip pojoksatu.id dari serangkota.go.id.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! PPPK Bangka Akan Terima JHT Rp10 Juta Bersamaan Dengan Pelantikan

Suasana kegiatan pun berlangsung cair dan penuh kehangatan. Tak ada jarak antara tamu dan warga binaan.

Arfina bahkan mengajak para peserta bermain kuis ringan dengan hadiah cokelat, yang disambut tawa dan antusiasme para warga binaan.

Di sela kegiatan, Arfina juga menyampaikan pesan agar masa pembinaan dimanfaatkan sebagai waktu refleksi dan pembelajaran diri.

Ia berharap para warga binaan kelak kembali ke keluarga dengan mental yang lebih kuat.

“Gunakan waktu ini untuk belajar dan memperbaiki diri. Ketika kembali ke rumah, ibu-ibu sudah menjadi pribadi yang lebih tangguh dan siap menghadapi kehidupan,” ujarnya.

Baca Juga: Honda Daya Jayadi Racing Team Siap Tampil Kompetitif di Kejurda Road Race IMI Jabar Seri ke-3

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Rengga, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan GOW dan Aisyiyah.

Ia mengungkapkan, sebagian besar warga binaan perempuan di rutan tersebut merupakan korban kondisi sosial yang kompleks.

Menurut Rengga, tekanan mental dan stigma masyarakat sering menjadi beban berat bagi mereka, terlebih harus berpisah dari anak dan keluarga.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Cirebon Rinna Suryanti Raih Person of The Year 2025 Radar Cirebon

Karena itu, program pemberdayaan ekonomi dinilai sangat penting.

“Kami tidak ingin mereka keluar dari sini tanpa bekal. Harapannya, setelah bebas nanti, mereka menjadi perempuan mandiri yang mampu mengangkat derajat keluarga,” tegas Rengga.

Melalui sinergi ini, Rutan Serang berharap pembinaan tidak hanya berhenti pada aspek hukum, tetapi juga melahirkan perempuan-perempuan berdaya yang siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan kepercayaan diri.***