POJOKSATU.id - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk menjadikan Bank Banten sebagai salah satu penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera FLPP.
Program ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk nyata komitmen Pemprov Banten dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Andra Soni menegaskan Bank Banten harus berperan aktif agar manfaat program ini segera dirasakan masyarakat.
“Bank Banten harus ikut berperan aktif dalam program nasional ini,” ujar Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten.
“Kita ingin masyarakat Banten segera merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Baca Juga: Kabar Baik Guru Indonesia, TPG TW3 2025 Sudah Cair Lebih Cepat dari Tahun Lalu
Ia menjelaskan, transformasi besar yang tengah dijalankan Bank Banten menjadi dasar keyakinannya.
Menurutnya, Bank Banten kini sudah jauh lebih sehat dan siap menjalankan peran strategisnya.
“Saya ingin Bank Banten hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan daerah,” tegas Andra Soni.
Baca Juga: Sosok Wakil Ketua DPRD Pasangkayu yang Gagap Baca UUD 45, Lulusan SMA Berlatar Belakang Nelayan
“Tetapi juga sebagai mitra rakyat yang membantu mereka memiliki rumah sendiri,” lanjutnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa beberapa kabupaten/kota di Banten telah menempatkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Banten.
Bahkan, penggajian untuk tenaga PPPK kini mulai dilakukan melalui bank tersebut.
Kepercayaan itu, kata Andra, menjadi bukti nyata bahwa Bank Banten mulai mendapat tempat di hati pemerintah daerah.
Ia berharap langkah ini bisa memperkuat posisi Bank Banten di sektor keuangan regional.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa Banten termasuk salah satu provinsi dengan realisasi FLPP terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Profil Cantika Davinca, Penyanyi Dangdut Terlibat Kecelakaan Maut Tewaskan Pelajar di Magetan
Posisi Banten kini berada di peringkat keempat nasional dengan total penyaluran lebih dari 12.900 unit rumah.
Nilai penyaluran tersebut mencapai lebih dari Rp1,6 triliun. Heru berharap pencapaian ini terus meningkat dengan keterlibatan Bank Banten dalam penyaluran KPR.
Ia juga menilai, potensi pasar perumahan di Banten masih sangat besar.
Oleh karena itu, kehadiran Bank Banten akan menjadi faktor penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Baca Juga: Peluang Besar Masuk PTN, Pilih 13 Jurusan UPI Bandung di SNBP 2026, Siapkan dari Sekarang!
Senada dengan itu, Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami menegaskan kesiapan lembaganya untuk menjalankan peran sebagai penyalur KPR.
Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bank Jatim melalui skema KUB untuk memperkuat kapasitas.
“Kami siap menjadi bagian dari program pemerintah,” ujar Busthami. “Kami akan memastikan proses pembiayaan berjalan efisien dan tepat sasaran,” tambahnya.
Baca Juga: Preview PSMS vs Sriwijaya FC : Tuan Rumah Siap Amankan Tren Positif Tiga Poin di Laga Derby Sumatera
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Banten M. Rachmat Rogianto mengungkapkan bahwa kebutuhan rumah di Banten masih tinggi.
Backlog perumahan di wilayah ini mencapai sekitar 174 ribu unit.
Rachmat menjelaskan, angka tersebut menunjukkan peluang besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak.
Ia menilai, dukungan Bank Banten akan sangat membantu mempercepat penyaluran KPR di daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga pembiayaan, Andra Soni optimistis Banten dapat menjadi provinsi terdepan dalam program ini.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan.
“Kita ingin rakyat Banten tidak hanya bermimpi punya rumah,” kata Andra.
“Tapi benar-benar bisa mewujudkannya dengan dukungan Bank Banten dan pemerintah,” tutupnya.***


