POJOKSATU.id, Kota Bandung – Anggota Pansus 17 , drg Susi Sulastri menilai proyek strategis yakni rencana Pemerintah Kota Bandung membangun RSUD Ujung Berung dengan skema tahun jamak (multiyears) perlu disiapkan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan fiskal di masa mendatang.

Menurut drg. Susi pembangunan RSUD Ujung Berung dibahas dalam Raperda Kota Bandung tentang Pembangunan Gedung Inspektorat Daerah Kota Bandung dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung dengan Penganggaran Tahun Jamak, merupakan langkah penting untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Namun, karena proyek tersebut akan dibiayai secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan, pemerintah harus memastikan kesiapan anggaran secara berkelanjutan.

Baca Juga: Prosignal Disuspend, Sampah Organik 2–3 Ton Menumpuk di Pakemitan, Buruan SAE Ikut Terdampak

“Karena proyek multiyears akan menjadi beban fiskal bagi pemerintahan dan APBD pada tahun-tahun berikutnya, saya menyarankan pemerintah, dalam hal ini Pak Wali Kota, memastikan anggaran untuk pembangunan RSUD Ujung Berung dan Gedung Inspektorat tersedia hingga tiga tahun ke depan,” ujar drg. Susi.

Ia menjelaskan, kepastian pendanaan menjadi faktor penting agar proyek tidak mengalami hambatan di tengah jalan.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga: TelkomGroup Perkuat Konektivitas Satelit di 17 Titik Terdampak Gempa NTT

“Harus ada mitigasi apabila terjadi penurunan pendapatan daerah atau berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Hal ini penting agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah,” katanya.

Berdasarkan hasil analisis biaya yang dilakukan Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung, kebutuhan anggaran pembangunan RSUD Ujung Berung diperkirakan mencapai Rp337,188 miliar. Angka tersebut mencakup biaya konstruksi fisik, manajemen konstruksi, dan pengelolaan kegiatan.

Namun, dengan mempertimbangkan faktor inflasi, kenaikan harga material bangunan, upah tenaga kerja, serta perubahan indeks biaya konstruksi, kebutuhan anggaran diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar Rp360,79 miliar selama periode pembangunan 2027–2029.

Baca Juga: 853 Honda ADV Ramaikan Pangalengan, HAI Cimahi Sukses Gelar Jamda IV HAI Jabar dan Anniversary ke-2

Meski mendukung pembangunan rumah sakit tersebut, drg. Susi mengingatkan agar proyek-proyek besar yang dibiayai melalui skema multiyears tidak mengurangi alokasi anggaran untuk pelayanan dasar masyarakat.

“Proyek besar ini tidak boleh mengurangi anggaran untuk pelayanan dasar, terutama sektor pendidikan dan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan RSUD Ujung Berung dapat menjadi investasi jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Bandung, sekaligus tetap menjaga keseimbangan fiskal daerah dan keberlangsungan program-program prioritas lainnya.

Baca Juga: Semprot Program 'Gerobak Cinta' yang Semrawut, Komisi B DPRD Jember Desak Realokasi Anggaran Prioritas

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan anggaran yang disiplin, pembangunan RSUD Ujung Berung diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat Kota Bandung.***