POJOKSATU.id, Kota Bandung - Aksi pengulitan batang pohon di jalan pahlawan Kota Bandung masih misterius. Diketahui ada 6 buah pohon mahoni diameter 15 milimeter yang dikuliti.
Aksi pengulitan itu viral di media sosial, bahkan netizen menduga hal itu sebagai cara mematikan pohon sehingga memudahkan untuk penebangan dan dilakukan oleh orang-orang ahli dalam menguliti pohon.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sendiri mengaku masih akan menyelidiki aksi sekelompok orang aneh tersebut.
Baca Juga: Penyaluran Bantuan Bencana Alam NTT Dikorupsi, KPK Minta Warga Segera Laporkan Indikasi Kecurangan
"Iya, makanya pohon-pohon yang dikuliti itu sedang diteliti. Kita juga belum tahu apa motivasinya," tegasnya.
Farhan menyadari kalau aksi itu terus dibiarkan maka dampaknya pohon bisa mati. Pasalnya pihaknya selalu melakukan treatment dengan cara lain.
"Yang jelas, dampaknya harus dilihat, apakah bisa menyebabkan pohon mati atau tidak," tegasnya.
Baca Juga: Tegaskan Hak-hak Sipil, BEM UI Minta Polri Tak Halangi Demo di Bundaran HI Siang Ini
Farhan menegaskan kembali bahwa saat ini masalah tersebut sedang ditangani agar kulit pohonnya bisa tumbuh kembali.
"Saya juga tidak mengerti apa tujuan pohon-pohon itu dikuliti. Kalau sampai pohon di median jalan mati, terus siapa yang diuntungkan? Itu juga tidak jelas," ungkap Farhan.
Farhan menghardik, kepada pihak yang menguliti pohon, agar berhenti.
Baca Juga: Selain BEM UI, Ada 30 Kelompok Lain Demo Hari Ini di Jakarta, Satu Hari Usai HUT Kemerdekaan
"Tolong, sudah tidak ada gunanya lagi. Sekarang hal tersebut sudah menjadi perhatian masyarakat. Sedang dilakukan pengecekan oleh DPKP, dalam waktu seminggu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
Disinggung kejadian ini menunjukkan aparat kewilayahan kecolongan dalam melakukan pengawasan, Farhan tak membantahnya hanya saja kata dia setiap pelanggaran pasti akan diselidiki.
Pihaknya akan menindak apabila menemukan siapa yang melakukan pelanggaran tersebut.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-81 RI, Convoy Merdeka 2026 Tak Sekadar Riding, Ada Baksos hingga Lomba 17-an
"Pengawasan ke depan, seperti yang sudah kita tekankan, akan lebih ditingkatkan. Contohnya di sini, saya sudah meminta DPKP bersama pihak kelurahan untuk membentuk tim khusus penjaga kebersihan taman dan kawasan alun-alun. Dengan adanya tim tersebut, kita harapkan kebersihan dan kondisi kawasan ini bisa lebih terjaga, sekaligus masyarakat terus diedukasi agar ikut menjaga ruang publik," tutupnya.***



