POJOKSATU.id, Kota Bandung - Terkait permasalahan pengelolaan sampah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku saat ini bersama rekor ITB untuk membahas teknologi-teknologi baru berkapasitas kecil menengah ditempatkan di wilayah-wilayah kelurahan dan kecamatan.
Hal itu kata Farhan karena untuk kapasitas besar atau sedang kebesar sudah ada insinerator berkapasitas 10 ton per hari.
"Itu ada tambahan 13, jadi total kita hampir memiliki 31 insinerator ya yang sudah lolos baik SNI maupun juga air polution container," ujarnya.
Baca Juga: Makam Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Dibongkar, Alami atau Tidak Cara Kematiannya
Lanjutnya, pada saat bersamaan sesuai arahan dan diskusi bersama Wakil Ketua MPR RI dan juga pimpinan dari Komisi 12 DPR RI, sebaiknya Kota Bandung mengusulkan juga satu titik baru untuk PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik)
di wilayah Kota Bandung yang akan masuk ke Gates ketiga danantara, lokasinya di Jelekong.
Namun demikian, kendati di Jelekong itu di tanah milik Pemkot namun berada di wilayah Kabupaten Bandung maka aksesnya harus diperbaiki.
"Jadi kita akan ngobrol dulu, lakukan sudi kelayakannya. Dalam sebulan ini selesai sudi kelayakannya. Setelah itu kita akan menghitung berapa besar investasi yang akan ditanamkan di situ. Kita ajak mitra swasta untuk investasi," jelasnya.
Pembangunan PSLE di Jelekong seluas 9,7 hektare itu khusus untuk Kota Bandung saja. Karena kata Farhan, satu-satunya kota di Jelekong Barat yang tidak punya TPA hanya Kota Bandung.
Farhan menyakini tidak akan ada penolakan karena akses dibuat baru bukan yang lama dan biasa digunakan warga.
"Kalau main-main ke Jelekong sana ya, berdiri di gerbangnya langsung kelihatan GBLA. Kalau Kota Bandung nggak punya lahan di Kota Bandung," tutupnya.***



