POJOKSATU.id, BANYUMAS -- Proses ekshumasi makam Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah dilakukan di TPU Bantaragung, Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Rabu (12/8).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap cara dan sebab kematian Sutrimo karumga Febrie Adriansyah yang meninggal pada 23 Juli 2026.

Ketua Umum Pengurus Pusat PDFMI (Perhimpunan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia) Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan, dalam proses ekshumasi tim terlebih dahulu memeriksa kondisi makam.

Baca Juga: Kronologi Pikap Ditimpa Pohon Besar di Sigli Pidie, Tujuh Tewas, Didahului Hujan Angin Kencang

"Eksumasi itu memeriksa makamnya, jenis tanahnya, panjang makamnya, juga pengambilan sampel di sekitar tanah makam seperti itu," kata Hastry.

Setelah proses penggalian dilakukan, pemeriksaan akan dilanjutkan terhadap jenazah Sutrimo.

Untuk pemeriksaan bagian dalam tubuh korban akan dilakukan secara lengkap.

"Pemeriksaan dalam itu lengkap, seluruh organ kita periksa nanti," katanya.

Besarnya cakupan pemeriksaan tersebut membuat tim tidak hanya terdiri dari dokter spesialis forensik-medikolegal.

Baca Juga: WhatsApp Punya Fitur Baru, Kini Bisa Bersihkan Media dari Channel agar Memori HP Tak Cepat Penuh

Sejumlah ahli lain juga dilibatkan, mulai dari laboratorium forensik, laboratorium toksikologi, ahli DNA hingga ahli histopatologi anatomi.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses untuk mengetahui cara dan sebab kematian Sutrimo.

"Prosesnya kan kita pengambilan sampel, kita tidak langsung menyatakan apa bagaimana nanti mungkin nunggu hasil lab," ujar Hastry.

Tujuan ekhumasi ini untuk membuat jelas apakah Sutrimo meninggal alami atau bukan.

"Mohon doanya rekan-rekan dan seluruh masyarakat sehingga kita bisa membuat jelas apakah cara dan sebab kematiannya natural atau unnatural kematian seperti itu," katanya.

Hastry bahkan berharap jenazah masih berada dalam kondisi yang cukup baik meskipun telah dimakamkan lebih dari 10 hari.

"Kita dapatkan mungkin jenazah masih dalam keadaan bagus. Saya sendiri belum melihat karena lagi proses ekshumasi," ujarnya.***